IMF: Reformasi Kebijakan Membuka Peluang Ekonomi Indonesia Semakin Kuat

0
49
Deputi Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Kenneth Kang (pertama kiri) dan Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Changyong Rhee (ketiga kiri) dalam konferensi pers di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). (ANTARA/Yashinta Difa)

Bali, NAWACITA– Dana Moneter Internasional (IMF) mengapresiasi langkah dan kebijakan ekonomi Indonesia yang terus bertahan ditengah tekanan global.

Kondisi ekonomi Indonesia dianggap IMF memiliki kapasitas besar untuk tumbuh lebih baik kedepan.

Sebagaimana dijelaskan oleh Deputi Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Kenneth Kang dalam kegiatan tahunan IMF-WB 2018 di Bali, bahwa ekonomi Indonesia sangat kuat.

Beberapa tantangan eksternal dapat dilalui seperti normalisasi kebijakan moneter AS dan penguatan dolar AS telah berdampak pada depresiasi rupiah sebesar 11 persen terhadap dolar AS. Hal ini juga dirasakan oleh negara lain yang dekat dengan Indonesia yaitu, Australia dan Selandia Baru.

“Jadi Indonesia bukan satu-satunya negara yang terdampak situasi ekonomi global. Di tengah guncangan ini, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat,” kata Kang dalam konferensi pers di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia, di Nusa Dua, Jumat, (12/10).

Aliran utang publik sebesar 30 persen dari PDB akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diprediksi berada di kisaran 5 persen pada 2018 dan 2019.

Cadangan devisa 115 miliar dolar AS, inflasi yang terkendali, dan tingkat kecukupan modal perbankan yang mencapai 22 persen juga menunjukkan kestabilan keuangan Indonesia.

Dikatakan Kang, Indonesia telah bereaksi tepat terhadap tekanan ekternal dengan memastikan penerapan kebijakan yang memprioritaskan kestabilan ekonomi, dengan menargetkan defisit fiskal yang lebih rendah dan membiarkan nilai tukar menyesuaikan kondisi pasar.

“Indonesia telah melakukan reformasi dalam beberapa tahun terakhir dengan mengadaptasi kerangka kerja kebijakan moneter, peran fiskal, dan membuka perdagangan bebas. Kami juga mendukung langkah-langkah yang dilakukan Indonesia untuk mendukung stabilitas keuangan mikro,” tandasnya.

 

 

 

(Red: Daril, sumber ANT)

Tinggalkan Balasan