Ikut Sebarkan Hoaks, Capres Prabowo Subianto dan Pimpinan DPR Fadli Zon Dilaporkan ke Bareskrim

0
187
Petinggi Gerindra bertemu dengan aktifis Ratna Sarumpaet.

Jakarta, NAWACITA– Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dilaporkan oleh Advokat Pengawal Konstitusi ke Bareskrim.

Kedua petinggi dari partai Gerindra ini dianggap ikut membesarkan dan terlibat atas beredarnya kabar hoaks dari penganiayaan salah satu aktifis yang juga bagian dari tim pemenangan Capres-Cawapres Prabowo-Sandi Ratna Sarumpaet.

Pelaporan ini telah disampaikan dan diterima oleh kepolisian dengan nomor STTL/1009/X/2018/BARESKRIM dengan dugaan kasus ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong.

Saor Siagian  anggota Advokat Pengawal Konstitusi,  menyesalkan sikap Fadli dan Prabowo yang turut menyebarkan kabar bohong. Kabar bohong yang dimaksud Saor adalah soal berita dugaan penganiayaan Ratna Sarumpaet. Ratna sendiri pada hari ini telah mengklarifikasi kabar penganiayaan dirinya adalah hoaks.

“Yang (dilaporkan) pertama saya kira saudara Prabowo dan Fadli Zon karena yang sementara kami rasa yang rajin ngomong dua orang ini yang kami tangkap,” kata Saor di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (3/10).

Saor menyatakan sikap Prabowo dan Fadli sangat merugikan banyak orang. Apalagi keduanya memiliki jabatan yang penting di masyarakat. Selain itu, sambungnya, pernyataan dua petinggi Partai Gerindra itu pun dianggap tidak tepat karena keadaan Indonesia yang sedang berduka akibat gempa serta Tsunami Palu dan Donggala.

“Saat yang sama pelaku hoaks ini yang saya bilang saudara Fadli Zon dan Prabowo Subianto, apalagi beliau adalah calon presiden, harus mempertanggungjawabkannya di muka hukum,” ujar Saor.

“Malah calon presiden menebarkan suatu hoaks fitnah tidak tanggung-tanggung dan disasar itu adalah kepala negara,” lanjutnya.

Di samping itu, Saor bilang bakal mengadukan Fadli ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Jabatan Fadli sebagai pimpinan DPR dipandang harusnya memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Besok kami laporkan Fadli Zon untuk proses ke MKD,” tutup dia.  Kemudian, usai ditelusuri, pada Rabu (3/10) tengah hari polisi menyatakan Ratna tak berada di Bandung saat hari dimaksudkan terjadi penganiayaan. Dirinya justru tercatat berada di Jakarta dan mengikuti pengobatan medis di rumah sakit khusus bedah estetika.

Dan, pada petang hari, lewat jumpa pers di kediamannya kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Ratna mengaku dirinya telah berbohong soal penganiayaan dan meminta maaf secara terbuka.

 

 

 

(Red: Bee, sumber CNN)

Tinggalkan Balasan