Terdesak Masalah Ekonomi, Pegawai Laundry di Samarinda Nekat Jadi Kurir Narkoba

1
20

Samarinda,NAWACITA- Warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, Riska Nur Hartatik (26) dibekuk polisi. Karyawati usaha laundry itu tepergok membawa narkoba 1 kg dan 560 butir ekstasi senilai Rp2 miliar.

Penangkapan Riska dilakukan di Jalan Gerilya, Selasa (10/12) malam sekitar pukul 22.30 WITA. Polisi lebih dulu mengendus rencana transaksi narkoba di kawasan itu.

“Petugas melakukan penyelidikan 6 hari di kawasan itu untuk memastikan benar tidaknya. Kawasan itu sering digunakan transaksi narkoba,” kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman di kantornya, Kamis (12/12).

Seseorang dicurigai bergelagat mencurigakan meletakkan bungkusan di motor yang diparkir di pinggir jalan. Kemudian berlari masuk ke dalam gang. Polisi bergerak cepat mengejar dan menggeledah orang itu yang sempat dikira seorang laki-laki.

“Pelakunya ternyata perempuan. Anggota berhasil melakukan penangkapan, berikut barang bukti 1 kilogram sabu dan 560 butir ekstasi. Nilainya sekitar Rp2 miliar,” ujar Arif.

Hasil penyidikan, barang haram itu memang berencana diedarkan di Samarinda. “Tidak menutup kemungkinan, ini disiapkan untuk pesta tahun baru,” tambah Arif.

“Mengenai asal narkoba ini dikirim dari mana, masih kami dalami. Dia (Riska) mengaku diupah dan akhirnya mau jadi kurir. Motifnya ekonomi,” terang Arid.

Sementara Riska, mengaku bekerja sebagai tukang antar laundry. Meski mengaku diupah setelah berhasil menyerahkan narkoba itu di atas motor. Namun dia tidak tahu persis dengan besaran nominalnya.

“Saya kenal orang itu dari teman. Karena saya perlu uang, jadi saya terima tawaran (antar narkoba) itu,” tandas Riska.

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here