PT CPCI. Kolase

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – “Ya Toto Suyanto, masih pegawai (karyawan tetap) PT. Classic Prima Carpet Industries (CPCI) cabang Jakarta,” jelas Bedi salah satu Direktur PT CPCI,  yaitu perusahaan yang bergerak dibidang penyedia carpet, ketika dihubungi nawacitapost.com, Rabu (10/8/2022).

Seperti pengakuan Toto Suyanto, bahwa ia telah bekerja sebelum di CPCI, yaitu di PT CCI (1 Maret 2003– 31 Agustus 2019), dan kemudian diminta gabung ke PT CPCI sejak 31 Agustus 2019 – sekarang).

Menurut UU tenaga kerja, saat bergabung ke perusahaan baru, seharusnya Toto mendapat pesangon, tetapi itu tidak diberikan, hal itu jelas melanggar UU tenaga kerja.

Kejadian berikutnya, di awal tahun 2022, tepatnya Pebruari 2022, Toto yang dinyatakan oleh Direktur PT CPCI Bedi adalah karyawan tetap, tetapi sampai dua kali (Pebruari 2022 – Maret 2022) dipotong gajinya sebesar 80 persen dari yang harusnya diterima sebesar 8 juta rupiah, kemudian dipotong untuk iuran BPJS, dan ia hanya menerima gaji 1.050.000 (Satu Juta Lima Puluh Ribu) rupiah, sedangkan April – Agustus 2022 gajinya tidak dibayar sama sekali, bahkan THR yang menjadi haknya selama 3 tahun tidak pernah diberikan, serta usia Toto yang harusnya memasuki usia pensiun tidak dikabulkan oleh PT CPCI.  Hal ini juga jelas selain melanggar UU tenaga kerja juga, diduga ada pelanggaran tidak manusiawi, padahal Toto secara lisan dan tertulis tidak pernah menyatakan kesediannya tentang hal itu (pemotongan), yang Toto mau harus ada agreement atau persetujuan kedua belah pihak antara PT CPCI dan Toto.

Mengenai membawa aparat TNI ke Kantor PT CPCI, Toto mengakui bahwa itu adalah salah satu keluarga Toto yang mau silaturahmi ke rumah, karena Toto mau berangkat ke kantor maka sekalian dia ikut, dan sekalian menemani saya untuk berbicara dengan Bedi, tetapi waktu itu Bedi tidak ada maka Toto dan saudaranya menunggu di Musholla,

Baca juga :  Menteri Hukum dan HAM RI, Prof. Yasonna H. Laoly Tiba di Cilacap

Sambil menunggu untuk menemui pak Bedi, tiba-tiba ada Satpam PT CPCI memberitahu bahwa ada Pomal ingin minta keterangan, lalu Toto menemui Pomal dan menceritakan kenapa ia sampai membawa aparat TNI, dikarenakan gajinya dipotong 80 persen tanpa pemberitahuan apalagi persetujuan.

Pomal pun menanyakan apakah aparat TNI masih ada, Toto pun menjawab masih ada, apakah Pomal mau ketemu, dijawab Pomal gak usah.

Mengenai tuduhan penggelapan yang diduga dilakukan Toto sebesar 4 miliar, Toto menyatakan bahwa tagihannya adalah Oustansding (belum dibayar oleh customer). Anehnya lagi kata Toto ada tagihan yang dibayar oleh customer masuk ke rekening Pribadi (a.n Direktur Perusahaan dan a.n Kepala Gudang ) hal ini bisa menimbulkan dugaan, bahwa PT CPCI menghindar untuk membayar pajak.

Sementara dua kali nawacitapost.com, menemui Direktur PT CPCI, tetapi Bedi sepertinya mendelegasikan penuh kepada Saladin.

Melalui by Phone (Rabu 10 Agustus 2022) Saladin menyatakan bahwa Toto telah dilaporkan ke pihak polisi dengan tuduhan penggelapan dan sudah ada panggilan kedua, (padahal panggilan baru sekali dan ada juga yang dilaporkan selain Toto).

Kemudian pada Jumat 12 Agustus 2022, tim nawacitapost.com, seperti yang dijanjikan oleh Saladin untuk menjelaskan masalah Toto dan PT. CPCI, tim nawacipost.com hanya diterima di lobi kantor PT. CPCI, dan tidak boleh menemui Direktur PT. CPCI, Bedi oleh Saladin.

Saladin yang mengaku telah bekerja selama 20 tahun (padahal dia bukan termasuk karyawan PT. CCI / PT. CPCI) dan mengenal betul Bedi, ketika ditanya masalah pensiun pegawai, ia tidak tahu, mengenai pemotongan gaji telah disetujui oleh 6 orang termasuk Toto, tetapi Toto membantahnya telah menyetujui.

Soal Toto bawa aparat TNI, Saladin menyatakan bahwa TNI yang dibawa Toto itu gadungan, dan Pomal berhasil mengusirnya, soal ini pun sudah dibantah Toto, bahwa TNI yang dibawa adalah resmi prajurit TNI, yang terjadi Pomal bilang gak usah ketemu aparat TNI.

Baca juga :  Pembangunan Jalan Desa Olak Alen Dilakukan sebagai Percepatan Pembangunan Nasional

Mengenai penggelapan 4 miliar rupiah yang diduga dilakukan Toto, Saladin mengatakan itu tagihan customer yang telah dibayar ke PT CPCI melalui rekening pribadi Toto, Toto pun membantahnya, bahwa itu outstanding (tagihan customer yang belum dibayar).

Sampai berita ini diturunkan, Saladin diduga sengaja menghalangi tim nawacitapost untuk bertemu Direktur PT. CPCI Bedi, untuk dimintai keterangan lebih lanjut, padahal keterangan dari Bedi dianggap tepat.