Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Dunia Pendidikan kembali tercoreng dan tercemar. Pasalnya, diduga oknum staf perpustakaan SMP Negeri 6 Kota Bekasi, kawasan Jatiwaringin Pondok Gede, melakukan aksi pencabulan terhadap 3 siswi.
Baca Juga : KAI Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual, Tak Bisa Naik Kereta
Aksi pencabulan itu, menjadi konsumsi publik setelah diunggah akun instragram @menfespondokgede.
Perbuatan tercela dan tak terpuji itu, diketahui melalui unggahan tangkapan layar percakapan antara pelaku dengan korbannya. Caranya, terduga oknum pelaku staf perpustakaan pencabulan itu, mengajak korbannya untuk menginap di sebuah apartemen di Kota Bekasi.
Kabar viralnya info tersebut, ditanggapi humas SMPN 6, Alis, menyatakan bahwa pihak sekolah sebenarnya sudah mengetahui masalah ini. oknum pelaku berinisial DP, satu staf perpustakaan di sekolah itu, ditengarai sebagai terduga pelaku pelecehan seksual dan pencabulan.
Dilansir dari media Kompas.com, bahwa terduga sudah kami tanya dan klarifikasi. Tadi jawabannya terduga memang tidak ada (dugaan pelecehan), hanya sekadar chat saja," ujar Alis, di SMPN 6 Kota Bekasi, tempatnya bekerja, Bekasi, Senin (1/8/2022).
Alis mengakui, pihak sekolah sampai saat ini belum melakukan penyelidikan internal dan belum mengetahui pasti berapa kali staf tersebut melakukan dugaan pencabulan.
Menurut orang tua korban bernama Andrian, yang putrinya menjadi korban pencabulan, bahwa terduga sudah melakukannya sejak tahun 2013.
Masih kata Andrian, dirinya sangat terkejut dengan cerita anaknya. Pasalnya Andrian yang juga seorang pekerja media online, terkejut dan shock, dengan cerita yang dialami anaknya yang saat ini baru lulus dari SMP 6 Bekasi.
“Saya kaget, bahkan istri saya marah mendengar cerita anak saya, anak saya hanya dijadikan objek cabul tenaga pengajar tersebut, anak saya juga menceritakan bahwa teman temannya ada yg diajak pergi ke hotel, atau foto toples dada, dan banyak macam lah,” tukas Andrian (31/7/2022), yang biasa dipanggil Ellub di kalangan Jurnalis kriminal.
Menanggapi maraknya kabar viral tersebut, Alis menyatakan bahwa terduga korban berjumlah tiga siswa. "Tiga (korban) dari kelas 8,". Terkini, terduga pelaku sudah dijemput petugas Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Bekasi Kota, tutur Alis.