Kamis, 4 Juni 2026

7 orang Meninggal di Papua Diserang oleh Kelompok Tertentu, Ketum PGLII Pdt Ronny Mandang Hanya Minta Kekerasan di Tanah Papua Dihentikan

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 21 Juli 2022 | 23:13 WIB
Ketua Umum PGLII Pdt. Ronny Mandang
Ketua Umum PGLII Pdt. Ronny Mandang

Jakarta, NAWACITAPOST.COM –  Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia dsingkat PGLII, Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th.  mengecam keras  tindakan kekerasan di tanah Papua, demikian pernyataan resmi yang dikirim ke nawacitapost, Kamis (21/67/2022). Pernyataan PGLII ini hanya dibuat dalam surat berkop PGLII, tanpa konferensi pers, seperti yang biasa dilakukan dalam suatu organisasi.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perawatan Hingga Sembuh, Pekerja Korban KKB di Papua


Berikut pernyataannya : Bahwa pada hari Sabtu tanggal 16 Juli 2022, Pkl. 09.15 WIT, kembali terjadi tindak kekerasan dan pembunuhan di Kampung Nogolait, Distrik Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua, oleh "kelompok tertentu" yang menyebabkan korban jatuh 10 orang: 7 orang meninggal dunia, 2 orang sekarat dan 1 luka-luka. Di antara yang meninggal tercatat seorang tokoh agama Kristen setempat, Pdt. Eliazer Baner, S.Th. dari Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) yang menjalankan tugas gereja di GKII wilayah Nduga.

Terkait kejadian tersebut, PGLII menggunakan para korban tersebut diserang oleh "kelompok tertentu," padahal pemerintah telah mengggunakan kata penyerang dengan sebutan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB.P

Adapun nama-nama para korban tersebut sebagai berikut:

Yulius Watu , 23 thun, laki-laki, swasta, suku NTT. Meninggal Dunia (MD).
Hubertus Goti, 41 thn, laki-laki, swasta, suku NTT. MD.
Daeng Marannu, 42 thun, laki-laki, swasta ,suku Makassar. MD
Taufan Amir ,42 thun, laki-laki, swasta , suku Makassar. MD
Johan, 26 thun, laki-laki, swasta, suku NTT. MD.
Alex, 45 thun, laki-laki, swasta ,suku Key. MD.
Yuda Nurusinga, laki-laki, 22 tahun , swasta, suku Batak. Sekarat
Nasjen , laki'-laki, 41 tahun, swata, suku Makassar . Sekarat.
Sudirman, laki-laki, 36 tahun, swasta, suku Makassar. Luka bacok di tangan sebelah kiri.
Eliaser Baner, laki-laki, 54 tahun, Pendeta Gereja Kemah Injil Indonesia di Nduga. MD

Memperhatikan hal tersebut di atas, maka dengan ini PGLII menyatakan:

Pertama Rasa dukacita yang sangat mendalam kami sampaikan kepada seluruh keluarga para korban dan Gereja Kemah Injil Indonesia, disertai doa kiranya Tuhan memberi penghiburan dan kekuatan. Rasa penyesalan yang mendalam karena di antara korban terdapat tokoh agama setempat, Pendeta Eliaser Baner (54), yang adalah pelayan umat GKII.

Kedua Bahwa PGLII mendesak kepada Presiden RI, Panglima TNI dan KAPOLRI untuk mengusut tuntas berbagai kekerasan yang patut diduga melibatkan oknum aparat keamanan dan kelompok-kelompok yang memegang senjata, dan yang telah berwujud kepada korban manusia dan harta benda dari masyarakat sipil dan aparat keamanan, bahkan menimbulkan pengungsian masyarakat demi menghindari ancaman kekerasan. Pemerintah harus bertindak melindungi dan memberikan rasa aman secara maksimal pada masyarakat  di tanah Papua, dan dalam segala kondisi agar tidak pernah mencederai rakyat sipil yang tidak bersenjata.

Ketiga Bahwa PGLII mendesak kepada seluruh pihak baik kelompok-kelompok yang memegang senjata dan aparat keamanan untuk menghentikan berbagai bentuk kekerasan yang hingga kini masih belum berakhir, sekaligus mengusut tuntas peristiwa pada tanggal 16 Juli 2022 yang memakan korban sangat banyak. Kami juga meminta agar dibentuk Team Pencari Fakta dari unsur yang netral, yang melibatkan bidang yang terkait, maupun tokoh masyarakat guna menjamin profesionalisme, transparansi dan akuntabilitas.

Keempat Bahwa PGLII mendesak Pemerintah dan aparat keamanan agar seluruh wilayah Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan dan Papua Tengah, tetap hanya melaksanakan kegiatan-kegiatan pengamanan dalam tingkatan atau status "Tertib Sipil", demi tetap terciptanya damai serta toleransi di antara seluruh masyarakat di tanah Papua.

Keljma Bahwa PGLII menyerukan kepada umat kristiani di tanah Papua tetap harus mengutamakan pentingnya nilai-nilai iman Kristen sebagai tonggak hidup damai dan sejahtera. Narasi-narasi kekerasan bukanlah nilai-nilai iman Kristen dan praktek-praktek kekerasan bukanlah praktek keimanan Kristen.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini