SBY dan AHY (atas) Andi Malarangeng saat memakai baju oranye tahanan KPK, tahun 2010. Kolase

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Walaupun sudah menyandang status mantan koruptor pada kasus korupsi Hambalang. Ketua Umum Majelis Tinggi Partai Demokrat yang pernah jadi Presiden, SBY masih tetap mempercayakan esksistensi Demokrat kepada Andi ‘Maling’ Malarangeng, begitulah rangkuman penggalan pernyataan dari penggiat media sosial (medsos) Alifurrahman di acara pakar mantan yang tayang di chanel YouTube Seword TV, Rabu 29 Juni 2022.

Baca Juga : SBY Diduga Punya Peran Memecah Belah PKB dengan Gus Dur

SBY dan Andi ‘Maling’ Malarangeng, bukan hanya dekat. Dukungan politik saat Kongres ke II Partai Demokrat di Bandung, tahun 2010, jelas -jelas diberikan  optimal oleh ayah dari AHY dan Ibas memberikan dukungan nyata ke mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, yang terjerat kasus korupsi Hambalang, dan ditahan KPK, tetapi Andi kalah.

Kini, Andi dipercaya penuh SBY sebagai Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat. Tugasnya, mempromosikan dan kalau bisa menggolkan AHY sang Ketua Umum DPP Partai Demokrat sebagai Capres  2024. Katanya, dengan menjadikan AHY presiden, perbaikan dan perubahan bangsa bisa terjadi?

Padahal AHY, karier militer dan politik eksternalnya tak secemerlang alias anjlok. Di militer hanya pangkat  terakhirnya Mayor TNI (Purn), makanya AHY tak pernah berani mencantumkan nama didepannya dengan sebutan Mayor TNI (Purn). Agus Harimurti Yudhoyono. Di eksternal, kalah dipertarungan Pemilihan Gubernur Jakarta 2017.

Hanya karena punya jabatan Ketua Umum Partai Demokrat, itupun terjadi pada Kongres V Demokrat yang penuh rekayasa begitu amat dan rupa.

Modal Ketum Demokrat itu, dimanfaatkan AHY 3 kali menemui Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh, dan sekali bertandang ke Ketum partai Gerindra Prabowo Subianto, hasilnya ditolak halus.

Disinilah, peran Andi ‘Maling’ Malarangeng mencoba mendongkrak AHY untuk dilirik partai lain. Bahkan, Andi mengajak partai lain berkoalisi dengan Demokrat.

Baca juga :  Kakanwil Sumut beserta ASN Kemenkumham Sumut Ikuti Refleksi Akhir Tahun Kementerian Hukum dan HAM

Namun,tetap saja, tak ada para partai Ketua Umum partai  merapat ke Cikeas. Partai sekelas PAN yang punya pertalian darah pun dengan Cikeas via Ibas, tak mau merapat  ke Cikeas.

Nampaknya hukum tabur tuai yang dilakukan SBY, akan berlaku kepada AHY dan Ibas. Kedua putra Cikeas itu hanya mampu berkarier di internal partainya, jika untuk menjadi lebih di eksternal partai ; Pilkada apalagi Pilpres, harus berkaca.

Pasalnya slogan atau tag line-nya katakana tidak pada korupsi, menjadi iya pada korupsi, sehingga pantas saja PDIP menolak untuk berkoalisi dengan Demokrat, pungkas Alifurrahman.