Kasus Korupsi Proyek Mangkrak Hambalang, Bogor.

Jakarta, NAWACITAPOST.COM –  Jika kader partai politik terjerat korupsi. Hal buruk dalam kompetisi politik bakal terjadi. Yaitu penurunan suara pileg pada tingkat nasional, dan daerah. Itulah yang dialami Partai Demokrat. Atau lebih ekstrim lagi, ikut  Pilkada dan Pilpres tak berhasil.  Alasannya,  sederhana para pemilih tak mau memilih partai yang beraroma korupsi.

Baca Juga : SBY Berkuasa, Elit Demokrat Korupsi Dikirim ke Penjara, Ibas Bakal Masuk?

Yang mana sebelumnya, di  Pileg 2004 jumlah legislator Senayan 57, pileg 2009 tembus 150. Dua Pileg tersebut kadernya, bernama  SBY menjadi Presiden.  Pileg 2014 terjun bebas menjadi 61 kursi di Senayan, dan Pileg 2019 jumlah anggota DPR  54 dari total kursi 575 di Senayan.

Korupsi mangkrak proyek Hhambalang Bogor, bank century, dan kasus korupsi lainnya yang nilainya mencapai puluhan triliun.

Kini Demokrat tak berkuasa. Mau berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi, tetapi kabarnya  ditolak beberapa partai politik yang sudah lebih dulu gabung dari awal pencapresan Jokowi di 2014 dan 2019.

Terkait hal korupsi, anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Sjarfuddin Hasan menyampaikan dalam suatu kesempatan, bahwa uang 5 triliun rupiah yang disuntikan Telkomsel ke GOTO adalah uang rakyat. Kami mempertanyakan potensi konflik kepentingan dalam investasi tersebut. Bagaimana tidak pemilik saham besar GOTO adalah lingkaran keluarga dari beberapa nama pejabat pemerintahan, sehingga banyak masyarakat yang bertanya-tanya,  jelas mantan Menkop dan UKM mengutip teropongsenayan.

Apa yang disampaikan kader Demokrat ini sepertinya mendulang muka sendiri. Yang mana, saat ia menjadi Menkop dan UKM di era SBY, anaknya bernama Riefan Avrian ternyata menjadi pengagas pembentukan PT Imaji Media.

Ini adalah perusahaan fiktif yang memenangkan tender proyek videotron pada Kementerian Koperasi. Itu terungkap dari keterangan lima orang yang bersaksi untuk Riefan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2014.

Baca juga :  Pengamat : SBY Tunjukkan AHY Sebagai Ketum Demokrat dari Hasil Kudeta

“Pendirian PT Imaji atas keinginan Pak Riefan dan dana awalnya juga berasal dari dia,” kata Sarah Salamah, mantan pegawai PT Rifuel yang juga dimiliki Riefan. (Baca: Samarkan Kasusnya, Anak Sjarif Hasan Ungsikan OB).

Jelas yang dilakukan Rievan Hasan diduga beraroma korupsinya kental. Rekam jejak itu akan terus ada dan berputar.

Agak janggal dan ironis, ketika yang pernah melakukan korupsi, berkata bahwa ada potensi pidana (untuk mengatakan dugaan korupsi).

Boleh disebut terlalu banyak kader Demokrat yang korupsi menuai caleg lambang mercy berguguran.