Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Kaos bertulisan Anies for Presiden, dijadikan syarat buat warga Jakarta yang ingin mudik dan balik gratis, itu disediakan Pemda Jakarta, di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Rabu 27 April 2022.

Baca Juga : Ngeri, Jika Anies Baswedan Lolos Capres 2024?

Itulah cara Anies mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Jakarta, pada Oktober 2022. Salah satunya, yaitu mendekati warganya supaya diingat untuk memilihnya nanti.

Anggaran mudik dan balik gratis pun diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jakarta. Angkanya  mendekati 14 Miliar rupiah untuk tujuan ke lima (provinsi) : Lampung, Palembang, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Bila ini dikaitkan dengan Pilpres 2024, memang nama Anies menurut lembaga survei masuk dalam radar tiga (3) besar. Itupun kalau ada partai yang meliriknya.

Lepas dari survei, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dicopot Presiden Jokowi, pada tahun 2016 (hanya 2 tahun menjabat sebagai menteri), sementara lagi disorot KPK, kabarnya terkait adanya dugaan gelaran formula E menggunakan APBD Jakarta.

Jelas-jelas Kemendagri melarang APBD digunakan untuk kegiatan bisnis, dan formula E masuk dalam kategori bisnis tersebut.

Ternyata, Anies tak peduli akan sorotan KPK itu, Bagi, Anies formula E tak ada masalah dan tak melanggar.

Kunjungan Presiden Jokowi pun bertandang ke sirkuit Ancol (tempat balap mobil listrik formula E di gelar) dijadikan bekal bagi Anies untuk berkelit dan bersilat lidah nanti dengan KPK.

Kembali ke kaos bergambar Anies. Apa yang dilakukan itu, memang tak salah dan tak melanggar? Atau jangan-jangan dana 13,7 miliar buat mudik dan balik gratis itu, mengalir juga ke relawan yang menyamar jadi warga Jakarta.

Terkait itu, sekretaris Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, William Aditya, tidak sepatutnya hal tersebut terjadi karena acara ini merupakan kegiatan yang dibiayai APBD DKI.

Baca juga :  Siapa Pengganti Marinus Gea di HIMNI? Versi Nawacitapost : Ada 9 Tokoh Bakal Calon Potensial

“Acara ini jelas APBD, uang masyarakat. Tidak elok sekali jika ada dugaan kepentingan ambisi politik Pak Gubernur Anies. Jangan sampai mudik gratis ini yang didanai uang negara dipolitisasi untuk keuntungan sendiri,” jelas William mengutip tirto.co.id, Kamis (28/4/2022).

Yang dilakukan Anies, menurut William, ini bukan yang pertama kalinya. Dalam pelaksanaan soft launching Jakarta International Stadium (JIS) beberapa waktu lalu, ditemukan juga penjualan kaos promosi Anies Baswedan untuk presiden. “Ini lama-lama bisa jadi kebiasaan jika tidak ditegur, dari skala kecil jadi besar dan bisa melanggar hukum,” pungkasnya.

Mengacu pada pernyataan tersebuit, Anies bisa diperiksa KPK, diduga juga bisa menyeretnya ke penjara?