Kamis, 4 Juni 2026

Bukti Demo Mahasiswa Ada Penyusup, Ade Armando Korban Pengeroyokan  

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 11 April 2022 | 20:20 WIB
Foto Kumparan
Foto Kumparan

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Dosen Komunikasi Fisip UI yang juga penggiat media sosial (medsos), Ade Armando. Sebenarnya seirama dan senada dengan tuntutan  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  se Indonesia berdemo yang menolak jabatan presiden tiga (3) periode.

Baca Juga : Aksi Demo Lengserkan Jokowi Gagal, Ade Armando:  Korlap Ngacir, Dana Aksi Juga Dibawa Kabur


Ade memang tidak melakukan aksi demo dalam barisan  BEM tersebut. Dirinya hadir memantau dan memberikan dukungan untuk tuntutan tidak 3 periode.

Namun, ia justru menjadi sasaran penyusup yang masuk dalam barisan demo mahsasiwa yang aksinya ricuh dan sempat menjurus rusuh.

Menilik kiprah Ade dalam aksi di medsos yang kerap tampil dengan acara Logika Ade Armando yang disiarkan melalui chanel YouTube Cokro TV. Kerap mengkritik dan memberi solusi kepada para pihak yang selalu mengganggu kebhinekaan.

Soal sekolah negeri, di Sumbar yang mengharuskan para siswa-siswi, tanpa kecuali mengikuti aturan satu agama dalam berpakaian. Mendapat kritikan pedas dari pria berdarah Minang itu.

Ditantang duel satu lawan satu oleh seorang, karena dianggapnya Ade mengkritk. Ade tak mau meladeni duel fisik tersebut. Itu diceritakan Ade dalam chanel YouTube di Cokro TV.

Yang mungkin selalu Ade lakukan. Bagaimana ia menceritakan paham-paham intoleren dan radikalisme yang berkembang di komunitas tertentu. Disebutkan sebuah partai. Dijelaskan Ade secara terperinci dengan penuh logika.

Lagi-lagi sejumlah pihak tak terima dengan pernyataan Ade dalam menjelaskan di Chanel YouTube tersebut.

Jika, perlakukan fisik yang diterima Ade dalam demo menolak 3 periode yang sebenarnya sama dengan pernyataan Ade. Kenapa ia masih jadi sasaran. Atau mungkin juga musuh-musuh Ade ada bersembunyi dalam balutan aksi demo, pada hari ini.

Yang jelas ada aktor intelektual yang menyuruh para penyusup di demo untuk melakukan kekerasan fisik kepada Ade. Mereka tak peduli tuntutan Ade sama dengannya.

Terkait pengeroyokan terhadap Ade. Polisi kabarnya sudah mendapatkan bukti  yang cukup. Salah satunya melalui CCTV yang terpasang di depan gedung DPR.

Kini, Ade mengalami sakit secara fisik. Tetapi yakinlah perjuangan akan terus ditegakan dalam merajut kebhinekaan.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB