Baca Juga : Heboh, Densus 88 Berhasil Tangkap Terduga Teroris di Hotel Kalteng
Ironisnya, ada satu oknum polisi dan satu oknum tentara yang berada di lokasi kejadian. Diduga mendiamkan warga yang meminta untuk menghentikan ibadah.
Yang jelas, kita sebagai umat beragama, patut waspada terhadap kelompok intolrensi yang siap menggagalkan acara keagamaan, dan mereka juga siap membenturkan antara umat agama yang satu dengan umat agama lainnya.
Terkait hal tersebut nawacitapost.com menghubungi mantan eks HTI yang saat ini menempuh program Pasca Sarjana Kajian Terorisme UI, Ayik Heriansyah, Selasa (28/12/2021).
"Saya sudah lihat video tersebut, sayangnya saya tidak tahu apa latar belakang dari insiden tersebut. Tapi yang pasti hubungan baik Islam dan Kristen adalah sunnah Nabi Muhammad saw," tutur Ayik.
Lanjut Ayik, sejarah hidup Nabi Muhammad saw mencatat hal tersebut. Antara lain, Nabi Muhammad SAW mengatakan Isa as sebagai saudaranya sesama nabi. Pendeta Waraqah yang mengetahui dan mengakui pertama kali kenabian Muhammad saw. Pendeta Buhaira menjamu Muhammad kecil makan bersama rombongan dagang Quraisy, tukang kebun dekat Tha'if yang beragama nasrani memberi minum ketika Nabi Muhammad saw diusir dari Tha'if, raja Najasyi melindungi para sahabat yang hijrah ke Habasyah.
Ketika Nabi Muhammad saw menjadi kepala negara dan pemerintahan di Madinah menjamin keamanan kaum nasrani di Madinah, Najran dan di sekitar Arab. Nabi Muhammad saw mengirim surat-surat ke raja-raja Kristen seperti raja Habasyah, raja Romawi dan raja Qibthi.
Bagi umat Islam, sunnah berhubungan baik dengan umat kristen harus dipelihara. Umat kristen pun harus memandang umat islam dengan pandangan penuh kasih.
Pandangan-pandangan penuh kebencian satu sama lain, tidak akan berakibat apa-apa, selain tumbuh suburnya bisul-bisul toleransi di negara kita.