Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Tanda tangan bermaterai adalah bukti kekuatan hukum yang melekat untuk bidang apapun. Namun, itu sepertinya tak berlaku bagi PT Senkris Utama Jaya (SUJ).

Kantor yang beralamat di Ruko Golden Boulevard Blok G1 No 27 BSD Serpong, Kota Tangerang Selatan pada Selasa 13 April 2021 telah memberikan Surat Perintah Kerja (SPK) yang ditanda tangani General Manager Ary Gunawan (AG) dengan materai dan dibubuhi stempel PT Senkris Utama Jaya kepada OZ sebagai sub kontraktor untuk pekerjaan Hidrant di proyek Apartemen Cartenzs Gading serpong Tower C Lt 26-33 dan 35, Tower D Lt 12,15-21,23 dan 25 serta pekerjaan Poom Room di basement, jelas OZ kepada nawacitapost.com, Selasa (14/12/2021).

Sejak terima SPK dari kontraktor PT Senkris Utama Jaya, sub kontraktor (OZ) menyiapkan peralatan dan tenaga kerja untuk memulai pekerjaan. SPK itu hanya berlaku di awal bulan pertama yang berjalan baik. Tetapi memasuki bulan kedua, material yang harusnya menjadi tanggung jawab dan disiapkan oleh PT SUJ mulai terkendala, tidak ada material dilapangan sehingga tenaga kerja tidak efektif.

“Bahkan, pembayaran kepada sub kontraktor tidak pernah tepat waktu sesuai kesepakatan yang tertulis di SPK, sudah sering sekali ditanyakan namun alasan dari Pihak PT Senkris Utama Jaya bermacam macam, bagian keuangannya sakit, Work From Home (WFH), kena covid dan lain lain,  yang intinya selalu menghindar kalau ditagih,” ucap OZ.

Lebih tragis lagi, memasuki bulan Agustus 2021, tanpa ada pemberitahuan dari pihak  Kontraktor PT Senkris Utama Jaya kepada sub kontraktor OZ, tiba-tiba pengelola apartemen tersebut melarang Sub Kontraktor memasukinya. Sementara tenaga kerja masih ada di lapangan.

Baca juga :  Perwakilan Rutan Manado Hadiri Penguatan SPIP Kanwil Sulut

Ketika OZ menanyakan hal ini kepada pihak  kontraktor, tidak ada penjelasan sama sekali dari PT SENKRIS UTAMA JAYA kepada sub kontraktor. Masalahnya tenaga terus ada, tanpa bekerja.

Hal yang menambah kerugian, ketika peralatan kerja ditahan dan tidak bisa diambil. Hampir dua bulan setelah pelarangan memasuki area proyek tepatnya 12 Oktober 2021, baru ada pemberitahuan dari PT Senkris Utama Jaya yang menyampaikan Surat Pemutusan Hubungan kerja secara sepihak dan tidak bertanggung jawab.

Lebih parah lagi pada tanggal 15 oktober 2021 menyampaikan surat yang isinya final account secara sepihak tanpa melibatkan sub kontraktor.

Karena tidak ada kejelasan sama sekali dari PT Senkris Utama Jaya maka pada tanggal 22 November 2021 sub kontraktor OZ sudah menyampaikan surat kepada PT Senkris Utama Jaya agar bertanggung jawab dengan progress (tagihan) yang belum dibayar dan kerugian akibat pemutusan kontrak kerja secara sepihak.

OZ menyebut PT Senkris Utama Jaya tidak punya itikad baik, dan sulit dihubungi, sehingga sangat tepat dilabelkan kepada perusahaan ini  habis manis sepah dibuang, tegasnya.

Untuk mendapatkan kejelasan terkait hal tersebut, nawicitapost.com menghubungi General Manager PT Senkris Utama Jaya Ary Gunawan melalui  aplikasi WA dan nomor WA dan telepon kantor PT Senkris Utama Jaya pada Selasa (14/12/2021) jam 15.01 WIB, tapi sampai berita ini diturunkan, Ary Gunawan tidak merespon pertanyaan dari nawacitapost,com.