Jakarta,  NAWACITA POST – Banyak nya Aparatur Sipil Negara (ASN)  menjadi kelompok radikalisme atau terorisme perlu menjadi perhatian pemerintah termasuk Menpan RB Tjahjo Kumolo agar membuat Tes Wawasan Kebangsaan( TWK)  bagi ASN
Hal ini disampaikan Pengamat Politik Ferdinand Hutahean, kepada Nawacitapost. Com terkait maraknya ASN terlibat radikalisme.
Ferdinand meminta agar Tjahjo Komolo untuk membuat tes wawasan kebangsaan bagi seluruh ASN di seluruh Indonesia agar mereka tidak lagi membuka situs video yang berbau radikalisme atau terorisme.
“Harus menjadi kewajiban semua ASN di seluruh Indonesia dilakukan tes Wawasan Kebangsaan (TWK)  agar tidak tertular dengan aliran radikalisme tersebut, ” kata Ferdinand.
Ferdinand mengatakan. Jika hal ini lambat dilakukan dalam membersihkan ASN dari pengaruh radikalisme, maka akan menjadi ancaman bagi negeri ini.
“ASN kita harus bersih dari kerterlibatan terorisme atau ajaran radikalisme,  ini menjadi ancaman bangsa, ” ujarnya.
Selain itu,  ada tindakan tegas Menpan RB,  kepada ASN yang terlibat teroris atau yang ikut ajaran radikalisme,  hal itu untuk mengurangi kelompok itu bergerak di tubuh ASN.
“Harus ada sanksi tegas dari Pemerintah atau Menpan RB agar ASN tidak ikut ajaran radikalisme,  hal itu untuk kurangin aktivitas kelompok teroris bergerak di tubuh ASN, ” tegasnya.
Menurut dia,  ditambah ulah dari istri seorang ASN atau pejabat yang sering membuka situs radikalisme itu akan berdampak pada suaminya sebagai ASN.
Seperti diketahui sebelumnya,  Menpan RB Tjahjo Kumolo, mereka yang gagal itu sudah mempunyai gelar akademis tinggi. Ada yang sudah mempunyai gelar doktor, bahkan profesor.

“Ini saya stres, dua tahun jadi MenPAN RB dalam sidang  TPA hampir di atas 16 calon eselon 1 yang sudah hebat, profesor, doktor, mulai  dari bawah naik, ikutTPA, gagal jadi eselon 1 gara-gara kelakuan istrinya atau suaminya,” kata Tjahjo beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Sulap Lahan Jadi Rumah Jamur, Kalapas Perempuan Kelas II A Jakarta Herlin Ciptakan Kemandirian WBP

eselon 1 gara-gara kelakuan istrinya atau suaminya,” kata Tjahjo di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, Rabu (1/12/2021).

“istrinya kalau malam kerjanya buka medsos tokoh-tokoh radikal, tokoh-tokoh teroris,” kata dia.

Tjahjo menyebutkan, radikalisme adalah tantangan tersendiri bagi ASN yang cukup berat dan kompleks.