Habib Rizieq Hina Jokowi, Bikin KSAD Dudung Geram dan Mendidih Darahnya

0
161
Ksad Jenderal TNI Dudung Abdurachman

Jakarta, NAWACITAPOST– Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abudrachman mengatakan alasan dia mencopot baliho dan spanduk Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Sihab (HRS) saat menjabat Pangdam Jaya karena prilaku HRS telah meresahkan masyarakat.

 

Dudung menjelaskan alasan lainnya pihaknya mengerahkan prajurit TNI untuk menurunkan baliho HRS di sudut-sudut wilayah Jakarta. Salah satunya karena tidak terima Presiden Jokowi dihina.

“Kemarin saya masuk ke Kodam Jaya itu baliho bergelimpangan, nada-nadanya seruan-seruan jihad, revolusi akhlak, sudah ada baliho di sembah.Saya pelajara apa ini,” kata Dudung di acara Deddy Corbuzier, Selasa (30/11/2021).

Dudung menyebutkan sebelum mengambil keputusan dirinya mempelajari video -video sebelumnya mengenai apa saja yang dilakukan HRS selama ini.

“saya lihat itu, beraninya sekali dia (HRS) mengatakan pimpinan kita, presiden kita dengan kata-kata yang tidak bagus sebagai warga negara.Mengganti nama presiden kita yang tidak benar. Mendidih darah saya kaya gitu itu panas sudah,” ujarnya.

Mantan Pangdam Jaya ini mengaku darahnya semakin mendidik disaat mendapat laporan bahwa Kantor Satpol PP di Jakarta utara didatangi dan disuruh memasang kembali baliho dan spanduk yang diturunkan sekitar pukul 23.00 WIB.

“Kan gendeng. Wah tambah jadi mendidih daerah, memang mereka ini siapa ,” ucapn Dudung.

Karena kondisi itu, Dudung memutuskan negara harus hadir, sebab kalau dibiarkan bahaya.

“Pol PP sudah ketakutan, didatangi bawa parang masa kita diam aja. Akhirnya polisi kapolda waktu itu, saya dengan Pol PP. Ya polisi dulu. Memang kan kita sesuai prosedur. Kapolda sampaikan ke gubernur bahwa ya memang sudah meresahkan. Akhirnya Pol PP, dibantu TNI ada surat dari Wali Kota minta bantuan ke TNI kepada Dandim untuk menertibkan itu. Ya sama-sama dengan polisi,” katanya.