Luar Biasa! Guna Tingkatkan Kemandirian WBP, Lapas Cikarang Jadi Salah Satu Lapas Dengan Pokja Terbanyak di Indonesia

0
132
Kepala Lapas Cikarang, S.E.G. Johannes

Jakarta, NAWACITAPOST – Bertempat di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang, Nawacitapost.com pada Selasa (19/10) berkesempatan melakukan wawancara eksklusif bersama Kepala Lapas Cikarang, S.E.G. Johannes atau sering disapa Veri.

Wawancara tersebut dilaksanakan dalam rangka membangun kemitraan melalui media informasi, agar masyarakat mengetahui, bahwa banyak program kegiatan yang diberikan Lapas Cikarang kepada Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) selama menjalani masa pidana.

Veri menjabarkan, jumlah WBP Lapas Cikarang ialah 1.725 orang, yang terdiri dari 360 orang tahanan dan 1365 orang narapidana, sedangkan kapasitas hunian 1.130 oang, maka ini sudah terjadi kelebihan kapasitas sebesar 158,9%.

Baca juga: Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah 

“Ada dua hal dalam menangani over kapasitas tersebut, kami mengoptimalkan dan meningkatkan program integrasi (PB, CB, CMB) dan asimilasi di rumah, Selama 2021 total hampir 300 WBP yang sudah kami lakukan asimilasi. Selain itu melaksanakan pemindahan atau mutasi narapidana ke lapas lainnya.” ujar Veri.

Mengenai peningkatan kemandirian WBP, Lapas Cikarang telah melaksanakan pelatihan-pelatihan kemandirian bersertifikat. Dan saat ini, Lapas Cikarang menghadirkan 22 Pokja (Kelompok Kerja) yang terdiri dari Pokja pengolahan kedelai, Pokja batik, Pokja Laundry, Pokja tata boga, pokja roti, pokja sablon, pokja bengkel, pokja meuble dan furniture, hingga pokja molding.

Dalam pemenuhan kebutuhan jasmani dah rohani WBP, Veri menjelaskan, WBP diberi makan dan minum yang layak sesuai standar kecukupan gizi baik secara kuantitas maupun kualitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Selain itu pemberian pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga dokter dan perawat. Pelaksanaan kegiatan fisik baik berupa olahraga dan rekreasi melalui pemasangan Televisi di tiap kamar hunian, kelengkapan olahraga dan lainnya pada tiap-tiap blok. WBP juga memperoleh kesempatan dengan leluasa melaksanakan ibadah sesuai dengan agamanya serta peringatan atau perayaan Hari Besar Keagamaan,” ucap Veri.

Mengenai program Lapas Cikarang, Veri menjelaskan, Lapas Cikarang sudah melaksanakan program pencegahan dan penanggulan Covid-19, program pelaksanaan asimilasi di rumah, program rekondisi penerangan area luar dan dalam Lapas secara keseluruhan, program revitalisasi tempat pembuangan sampah program revitalisasi tempat parkiran kendaraan dan program revitalisasi tempat halte kunjungan.

Guna meningkatan program pelayanan masyarakat melalui dengan menggunakan sarana media sosial, Lapas Cikarang menghadirkan inovasi berupa Layanan Konsultasi Online (LALAKON) dan LaCika Mobile (CIMOL), Ambulance Pelayanan Warna/Warga Binaan Lacika (AMBYAR), Layanan Video Call (LAVCALL), dan Layanan Penitipan Barang dan Makanan (LEBAM).

Selain itu, demi kenyamanan WBP, setiap kamar hunian disediakan air panas dengan cara pemasangan dispenser. Dan juga pemasangan lampu-lampu Ultra Violet (UV) pada penampungan air ada tiap-tiap blok hunian dalam rangka meningkatkan kualitas air bersih.

Simak berita lainnya di Tiktok NAWACITA

Dalam upaya pemberantasan penyelendupan narkoba, Veri menegaskan, selalu memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada seluruh petugas Lapas dan melaksanakan tes urine bekerjasama dengan BNNK Kabupaten Bekasi dan memberikan penguatan kepada seluruh jajaran dalam rangka P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).

“Selain itu, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan pemeriksaan dan penggeledahan barang dan orang yang akan memasuki area Lapas Cikarang dan juga meningkatkan pelaksanaan penggeledahan dan pemeriksaan kamar dan blok hunian baik secara rutin maupun insidentil.” Tegas Veri.

Mengenai prestasi, saat ini Lapas Kelas IIA Cikarang sudah menerima predikat predikat Zona Integritas menuju WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) pada tahun 2019, Piagam penghargaan sebagai juara I lomba kebersihan dan kerapihan lingkungan kerja kategori Lapas/ Rutan tahun 2019, peringkat pertama satuan kerja berkinerja terbaik dalam pelaksanaan anggaran tahun 2019, hingga penghargaan sebagai UPT yang telah melaksanakan pelayanan publik berbasis HAM tahun 2020.

Kedepannya, Lapas Cikarang berharap dapat memperoleh Predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Untuk diketahui, guna meningkatkan fasilitas keamanan, Lapas Kelas IIA Cikarang mempunyai mesin X-ray atau metal detector dan juga self service SDP WBP.

Mengenai pandangannya terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Veri mengatakan, Yasonna adalah orang yang luar biasa dan penuh komitmen serta selalu berpikir jangka panjang dalam keberlangsungan kemasyarakatan.

NAWACITA TV: WAWANCARA EXKLUSIF BERSAMA KAKANWIL JABAR GUNA MENSOSIALISASIKAN PELAYANAN PUBLIK