Pengamat Hukum Agustus Gea SH : Polri Tidak Konsisten Dalam Menangani Kasus

0
511
Pengamat Hukum Agustus Gea SH.ist

Jakarta, NAWACITAPOST – Soal pendapat dan pengamat hukum, tepat dialamatkan kepada Agustus Gea. Sebelumnya nawacitapost.com sempat meminta pendapat soal LIG dan BS, itu terkait pemanggilan LIG sebagai tersangka.

Baca Juga : Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah

Kini, nawacitapost.com meminta pendapatnya, pasca pencopotan Kanit Reskrim Polsek Persut Sei Tuan dan terancamnya pencopotan Kapolsek, terkait kasus pedagang pasar Gambir di Deli Serdang, Sumut LIG dan BS. Berikut pendapat dari Pengamat Hukum Agustus Gea, ketika dimintai pendapat hukumnya oleh nawacitapost.com, Kamis (14/10/2021).

Simak berita lainnya di Youtube NAWACITA TV

“Sangat menarik kasus yang terjadi antara LIG dan BS yang ditangani  Polsek Percut Sei Tuan, pada akhirnya Kapolsek dan Kanit Resintelnya dicopot dari jabatannya oleh Pimpinan Polri yang menganggap keduanya tidak professional didalam menangani kasus (Kanit Resintel oleh Kapolrestabes Medan) sedangkan Kapolseknya sedang didalam proses pencopotan oleh Kapolda Sumut. Begitu NKRIPOST.Com memberitakan tanggal 13 Oktober 2021,” tutur Agustus Gea.

Baca Juga : Korban Perempuan (Litiwari Iman Gea) Jadi Tersangka, Kapolsek Polsek Persut Sei Tuan  Terancam Dicopot

Pada komentar saya (Agustus Gea)  sebelumnya saya mengatakan “ Korban Penganiayaan bisa saja dilapor balik oleh Terlapor apalagi jika Terlapor juga merasa juga sebagai Korban Penganiayaan dari Pelapor”, ini dimata masyarakat mungkin aneh tetapi dimata hukum merupakan hal biasa.”

Baca Juga : Litiwari Iman Gea Perempuan Korban Penganiayan Preman yang Jadi Tersangka, Ini Pendapat Tokoh Nias

Kemudian saya katakan bahwa masyarakat agar mengawal proses hukum kasus ini karena putusan akhirnya ditangan hakim yang mengadili kasus ini.

Apa maksudnya?
Untuk mengungkap fakta yang sesungguhnya terjadi.

Namun kasus ini belum sampai bergulir di Pengadilan, Pimpinan Polri mengambil tindakan pencopotan terhadap Kanit Resintel dan Kapolsek Percut Sei Tuan karena dianggap tidak professional dalam menangani kasus tersebut.

Ini yang saya katakan Polri tidak konsisten didalam kasus ini.

Jika Kapolsek dan Kanit Resintel Polsek Percut Sei Tuan dinilai tidak professional didalam menangani kasus LIG dan BS tersebut, maka seharusnya LIG yang telah ditetapkan sebagai Tersangka oleh Kanit Resintel dan Kapolsek, ketetapan tersebut dianulir oleh pimpinan Polri (Kapolres atau Kapolda) sehingga LIG tetap hanya sebagai Pelapor dan tidak sebagai Tersangka.

Kalaupun Laporan BS tetap diterima, tetapi LIG tidak secara otomatis ditetapkan sebagai Tersangka oleh Kanit Resintel/Kapolsek Percut Sei Tuan, harus menggelar perkaranya terlebih dahulu sesuai Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 Pasal 1 ayat 24 yang mengatakan bahwa : “Gelar Perkara adalah kegiatan penyampaian penjelasan tentang proses penyelidikan dan penyidikan oleh Penyidik kepada peserta gelar dan dilanjutkan diskusi kelompok untuk mendapatkan tanggapan/masukan/koreksi guna menghasilkan rekomendasi untuk menentukan tindak lanjut proses penyelidikan dan penyidikan”.
Sehingga Kanit Resintel dan Kapolsek tetap menjalani prinsip kehati-hatian dan tidak gegabah memutuskan/menetapkan seseorang menjadi Tersangka apalagi kasus tersebut sempat viral dimasyarakat.