Gawat! 11 Oknum Polisi Terancam Hukuman Mati

0
509

Tanjung Balai, NAWACITAPOST– Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Balai Sumatera Utara memberikan ancaman dengan ancaman paling berat hukuman mati kepada 11 Anggota Kepolisian yang bertugas di Tanjung Balai.

“Ya, diancam mati, dan paling ringan penjara selama 20 tahun,” kata Dedi Saragih, Kasi Intelijen Kejari Tanjung Balai beberapa lalu.

Kata dia, 11 anggota Polisi dan 3 orang sipil ini disangkakan dengan Pasal 114 (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2000 tentang Narkotika.

Dedi menyebutkan bahwa mereka berada di sel tahanan di Lembaga Permasyarakatan Kelas II Pulo Simardan Kota Tanjung Balai, yang selanjutnya nanti menunggu jadwal persidangan.

“Untuk sidang terbuka untuk umum, dan kemungkinan besar dilakukan dengan cara virtual,” kata dia.

 

Seperti diketahui, tim Polda Sumatera Utara menangkap 14 orang, termasuk 11 anggota Kepolisian yang diketahui sebagai penjual belasan kilogram sabu-sabu hasil tangkapan mereka.

Sementara itu, terbongkarnya kasus yang melibatkan 11 polisi itu bermula pada 19 Mei 2021 lalu. Saat itu, anggota Polres Tanjungbalai bernama Khairudin, bersama dua petugas Polarairud bernama Syahril Naipitupulu, dan tersangka Alzuma Delacopa mengamankan satu kapal kayu di Sungai Lunang, Kecamatan Kepayang.

Ketika dilakukan penangkapan, dua pelaku yang diduga sebagai kurir berhasil melarikan diri. Saat diperiksa. Di dalam kapal itu terdapat 76 bungkus narkoba jenis sabu. Satu bungkusnya seberat 1 Kg

Dari hasil pemeriksaan, 76 kilogram sabu itu terdiri dari bungkusan warna hijau merk Qing Shan dan bungkus warna kuning merk Quanyinwang.

Khairudin kemudian melaporkan kepada Togap Sianturi selaku Kasat Polairud, Togap langsung memerintahkan tersangka Juanda, Hendra, Jhon Erwin untuk berangkat menuju lokasi, barang bukti sabu kemudian di bawa ke Kantor Polair Tanjungbalai.

Namun, dalam perjalanan, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai bernama Tuharno memindahkan 13 bungkus sabu-ke dalam satu buah goni dan disimpan di lemari penyimpanan minyak kapal. Jadi dari 76 kilogram sabu yang ditemukan , hanya dilaporkan 57 kilogram kepada Kasat polair Tanjungbalai.

Selanjutnya, tersangka Tuharno bersama dengan Khairudin, dan Syahril Napitupulu setuju untuk menyisihkan 6 kg sabu yang ada di kapal itu untuk dijual oleh mereka. Sabu itu di jual ke tersangka Tele (DPO) dengan harga Rp 250 juta dan dibayarkan ke Waryono.

Kemudian, 5 kg sabu lainnya dijual Wardoyo ke Boyot dengan harga Rp 1 miliar. Sisanya dijual kepada tersangka Sawaluddin, Adi Iswanto Tanjung, masing-masing 1 Kg dengan harga Rp 550 juta.

Berikut ke 11 anggota yang diancam hukuman mati tersebut :

 

  1. BRIGADIR TU

2.BRIKA S N

3.BRIGADIR L A

4.BRIGADIR A R T

5.BRIPKA KH

6.BRIPKA J S L

7.BRIGADIR R A

8.BRIPKA A S P

9.BRIPKA H T H

10.BRIGADIR KUN

11.AIPTU WAR.