Sedih! Mayat Anak Didalam Karung di Nias Hanya Tinggal Bersama Nenek dan Kakek

0
585
Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan saat menyampaikan kasus pembunuhan anak perempuan di dalam karung/ist

Nias, NAWACITAPOST– Kabupaten Nias kembali dihebohkan dengan ditemukannya sesosok mayat anak perempuan ditemukan sudah dalam kondisi membusuk di kebun di Dusun V Desa Sitolubanua, Kecamatan, Bawolato, Kabupaten Nias pada Senin (13/9/2021) lalu.

Namun, setelah ditemukan mayat anak tersebut pelaku pembunuh menyerahkan diri kepada pihak Polres Nias.

Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan mengatakan, pelaku berinisial EH menyerahkan diri pada Selasa (14/9/2021).

Akibat kejadian itu, pihaknya telah menetapkan sebagai tersangka dan kini sudah ditahan di rumah tahanan Polres Nias.

Untuk diketahui, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Jumat (10/9/2021) sekitar pukul 16.00 WIB. Pelaku saat itu baru pulang dari kebun karet mengendarai sepeda motornya. Ketika mau sampai dirumahnya Eh berhenti karena korban berjalan di tengah jalan menghalang-halangi.

Karena merasa terhalang, Eh kemudian menegur dan berkata kepada Korban,namun korban membalas dengan kata-kata EH dengan memaki. Mendengar makian itu kemudian EH emosi langsung turun dari sepeda motornya lalu masuk ke dalam rumahnya dengan mengambil senjata tajam kemudian mengejar korban.

Pelaku langsung menjambak rambut korban dari arah belakang dengan tangan sebelah kiri, menjatuhkan dan menekan muka korban ke tanah lalui melukai leher sebelah kanan korban.

Namun,setelah korban dipastikan tidak beryawa, Pelaku EH memasukan mayat korban ke dalam karung dan meletakkannya di parit, 50 meter dari tempat korban dibunuh ditutupi dengan rumput dan daun pisang.

“Korban FW yang tinggal bersama kakek dan neneknya karena kedua orang tuanya telah berangkat ke Kerinci, Jambi untuk bekerja,” ujarnya.

Karena korban tidak kunjung pulang ke rumah sejak Jumat (10/9/2021) sehingga dilakukan pencarian dengan warga sekitar dan baru ditemukan pada hari Senin (13/9/2021) dan sudah mengeluarkan aroma tidak sedap.

Selanjutnya pihak Polres Nias mendatangkan tim Forensik dari Medan untuk melakukan otopsi karena kondisi tubuh korban saat ditemukan sudah membusuk.

Sementara itu, tim saat ini sedang bekerja di RSUPD dr Thomsen Gunungsitoli. “Kita masih menunggu hasilnya. Untuk motif pembunuhan itu karena emosi terhadap korban yang memaki-maki pelaku dengan perkataan kotor,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku EH disangkakan melanggar Pasal 80 ayat (3) dari UU RI No.17 tahun 2016 Tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No.1 tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No 23 tahun 2002 Jo UU RI No. 35 tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU RI No.23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan hukuman 15 tahun penjara dan Pasal 338 dari KKUHPidana dengan hukuman 15 tahun penjara.