Liliana Terus Perjuangkan Devi Yuliana Agar Klaimnya Dibayar Panin

0
77

Jakarta, NAWACITAPOST – Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, nasib malang seolah tak henti singgah dari Devi Yuliana. Setelah ditinggal selamanya oleh suami tercinta Yudi, kini ia harus sendirian mengasuh anak tunggalnya.

Tak sampai disitu, Asuransi Panin Dai-ichi Life tidak bersedia membayar klaim yang diajukan Devi Yuliana, kepada Asuransi Panin Dai-ichi Life atas kematian suaminya.

Hal itu diketahui berdasarkan surat yang diterima No. 0608/Claim/04.21 bertanggal 05 April 2021. Dalam isi suratnya, Asuransi Panin Dai-ichi Life tidak dapat membayar dan membatalkan Polis Asuransi Tertanggung secara sepihak oleh Panin Dai-ichi Life atau PT Panin Dai-ichi Life terhadap klaim Devi Yuliana sebagai ahli waris, dengan alasan yaitu : Polis No. 2018003011/NM, 2020001453/NM, 2020023181/NM yang berbunyi “berdasarkan hasil penelitian kami didapatkan keterangan/bukti bahwa Tertanggung memiliki riwayat medis pada tanggal 02 Januari 2017 dengan diagnosis Penyakit Jantung Reumatik. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka dengan sangat menyesal Pertanggungan menjadi batal, dengan demikian maka klaim yang diajukan tidak dapat kami setujui”.

Demikian disampaikan Liliana Kartika, selaku Kuasa Hukum Devi Yuliana, kepada Nawacitapost di Jakarta. Ia mengisahkan, awalnya Yudi mengajukan permintaan asuransi jiwa pada 1 Februari 2018.

“Asuransi Panin Dai-ichi Life menerima Surat Permintaan Asuransi Jiwa (SPAJ) No. 1801006494 yang telah diisi dan ditandatangani oleh Yudi,” ujarnya, Kamis (16/9/2021).

Dalam SPAJ itu, ungkap Liliana tertuang 19 Deklarasi Pernyataan Diri (Self Certification), pengacara ini menyoroti no.16, yang menyatakan : “TERTANGGUNG TELAH MEMBERIKAN KUASA (KARENA IKTIKAD BAIK) KEPADA PENANGGUNG (PT PANIN DAI-ICHI LIFE) UNTUK MENDAPATKAN SELURUH SEMUA CATATAN RIWAYAT KESAHATANNYA”.

Berdasarkan SPAJ itu, lanjut Liliana, diterbitkan 3 polis asuransi jiwa yaitu pertama, Polis Asuransi Jiwa No. 201803011 – 12 Februari 2018- 24. Pada Januari 2020 terbit polis kedua, dengan No. Polis : 2020001453. Serta 11 September 2020 terbit polis ketiga dengan No. Polis : 2020023181 (total masa sejak polis terbit 2 tahun 8 bulan).

Deklarasi pernyataan diri (self certification) no 16 didalam SPAJ tersebut berbunyi : “TERTANGGUNG TELAH MEMBERIKAN KUASA (KARENA IKTIKAD BAIK) KEPADA PENANGGUNG (PT PANIN DAI-ICHI LIFE) UNTUK MENDAPATKAN SELURUH SEMUA CATATAN RIWAYAT KESAHATANNYA”.

Menurut advokat ini, dengan terbitnya Polis tersebut, maka segala ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon Tertanggung telah sah dan mengikat.

Selanjutnya pada November 2020 Yudi mengalami Sakit Tipes. Dalam catatan pemeriksaan pada 23 November 2020, menurut Dr. Sony Sutrisno, SpRad, dari Rumah Sakit St. Carolus Summarecon Serpong, Yudi diperiksa dibagian radiologi (Thorax AP / PA – Rontgen) yang dilihat dari petikan hasil pemeriksaan disebutkan, “Jantung Besar dan Bentuk Baik, Aorta Baik,.. Tak tampak kelainan radiologis pada jantung.”

Kemudian pada 11 Desember 2020 Yudi, meninggal dunia. RS Bethsaida Hospital yang berkedudukan di Gading Serpong melalui Rekam Medis No. 00070336, menyebutkan, penyebab kematian Yudi adalah ICH (Intracranial hemorrhage) atau Hemorrhagia cerebral. Penyebab Kematian “Hemorrhagia cerebral adalah pendarahan dalam otak atau disekitar otak.”

Kalau dengan dibayarkannya Klaim Rawat Jalan (Health), maka sudah selayak dan sepatutnya Klaim Asuransi Jiwa Kematian dibayarkan.

Liliana menjelaskan, hingga saat ini sudah tiga kali melayangkan somasi kepada pihak Asuransi Panin Dai-ichi Life, dan sudah dibalas juga oleh pihak asuransi yang di tandatangani Willy Budiman sebagai Legal & Corpotare Secretary Panin Dai-ichi Life.

“Devi Yuliana sebagai ahli waris Yudi berharap mendapatkan berita baik juga atas klaim meninggal dunia (Asuransi Jiwa),” kata Liliana.

Liliana berharap OJK sebagai lembaga yang dipercaya sebagai pengawasan asuransi dan Ombudsman untuk dapat membantu mencarikan jalan keluar yang baik terhadap permasalahan yang dihadapi kliennya.

“Saya juga berharap OJK dapat memediasikan agar ini dijalankan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Seperti surat yang sudah kami ajukan kemarin,” pungkasnya. (Dre)