Dirjen PAS Reynhard Silitonga Pastikan Jajarannya Telah Bekerja Optimal dalam Penanganan Pasca Kebakaran Lapas Klas I Tangerang

0
101
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Reynhard Silitonga,/ist

Jakarta, NAWACITAPOST– Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Reynhard Silitonga, memastikan jajarannya telah bekerja optimal dalam penanganan bencana kebakaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang. “Sampai saat ini, pihak kami telah melakukan berbagai langkah penanganan pasca kebakaran yang diperlukan,” ungkap Dirjenpas, Sabtu (11/9).

Menurutnya, untuk menjalankan mitigasi bencana telah dibentuk Tim Penanganan Kondisi Darurat yang terdiri dari tim identifikasi; tim pemulasaran, pemakaman, dan pengantaran; tim informasi dan keluarga; tim advokasi dan koordinasi; serta tim layanan informasi.

“Saya pastikan sampai saat ini, tim ini terus bekerja semaksimal mungkin untuk penanganan terbaik bagi Lapas Kelas I Tangerang,” tambahnya.

Dirjenpas menyebut, sejauh ini pihaknya telah melakukan koordinasi dan sinergi secara terus-menerus dengan stakeholders terkait dan Pemerintah Daerah Kota Tangerang. Upaya ini demi percepatan pemulihan kondisi pasca musibah kebakaran.

“Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman dari Kepolisian, TNI, dan Aparat penegak Hukum lainnya yang sudah berkontribusi dan membantu kami dalam penanganan musibah ini,” ucapnya.

Menurut Dirjenpas, pihaknya juga terus memonitoring dan memantau perkembangan identifikasi korban oleh Tim Disaster Victim Identification Kepolisisan Republik Indonesia (Polri) dan Laboratorium Forensik Polri di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. “Sampai hari ini, sudah tujuh orang yang teridentifikasi. Kabar baiknya, seluruh sampel DNA dari keluarga korban sudah berhasil diambil dan tinggal menunggu pencocokan,” jelasnya.

Guna mencegah risiko kejadian serupa, Ditjenpas juga telah melakukan mitigasi bencana yang disebabkan oleh alam maupun kegagalan teknologi. Langkah ini mencakup deteksi dini, kesiapsiagaan, peringatan dini, penanganan darurat bencana, serta pembangunan sistem penanggulangan bencana di lingkungan Pemasyarakatan.