Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko/ sumber facebook KSP

Jakarta, NAWACITAPOST– Somasi kepada Indonesia Corruption Wacth (ICW) kembali dilayangkan Kepada Kantor Presiden (KSP), Moeldoko yang terkait dengan tuduhan ICW yang menyebut dirinya terlibat dalam bisnis obat Ivermectin.

Otto Hasibuan selaku kuasa hukum Moeldoko mengatakan bahwa somasi ini menjadi kesempatan terakhir bagi peneliti ICW Egi Primayogha untuk mencabut pernyataannya dan meminta maaf.

“Kita berikan kesempatan sekali lagi, kesempatan terakhir kepada saudara Egi, surat teguran kami kirim ke Egi yang ketiga dan terakhir,” kata Otto Hasibuan Jumat (20/8/2021).

Otto mengungkapkan, pihaknya sudah melayangkan sebanyak dua somasi kepada ICW khususnya Egi secara tertulis. Somasi itu untuk menurut agar ICW dan Egi membuktikan dugaan Moeldoko berburu rente keuntungan dari pengadaan obat Ivermectin.

Lanjut Otto, meskipun sudah ada surat balasan yang diterima dari ICW , namun jawaban surat itu tidak bisa membuktikan kesalahan dari kliennya itu.

Baca Juga: https://nawacitapost.com/news/2021/08/03/polemik-invermectin-moeldoko-layangkan-dua-kali-somasi-ke-icw

“Jadi dengan tegas bahwa apa yang mereka buat baik konpers dan diskusi publik jelas-jelas kami menemukan mens rea yaitu niat untuk melakukan pencemaran nama baik, terbukti lagi melakukan missinformasi yang sehingga sudah disinformasi berarti dia sudah mengaku salah tapi tidak mencabut dan tidak mau minta maaf,” kata Otto.

Terkait hal itu, kata Otto pihaknya memberikan waktu 5 hari untuk ICW khususnya Egi memberikan jawaban atas somasi itu.

“Namun apabila tidak mencabut dan minta maaf saya nyatakan dengan tegas kami sebagai penasihat hukum akan lapor ke polisi,” uajrnya.

Simak video You Tube Nawacita TV  dibawah ini:

YouTube player

 

Baca juga :  Kemendikbud Raih Dua Penghargaan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2020