Tidak Main-Main, Tunjuk Otto Hasibuan, Moeldoko Siap Pidanakan ICW

0
269

Jakarta, NAWACITA POST Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko tidak main-main dalam menindaklanjuti pernyataan ICW dengan melakukan proses hukum.

Moeldoko juga akan menggunakan pasal-pasal di Undang-Undang Informasi dan Trannsaksi Elektronik (UUITE) jika Indonesia Corruption Wacth (ICW) tidak meminta maaf atas tuduhan soal peredaran Ivermectin.

Melalui kuasa hukunmya,yakni Otto Hasibuan, menyampaikan bahwa kliennya tidak terlibat sama sekali dalam peredaran Ivermectin dan juga memiliki hubungan hokum prosudesen Ivermectin PT Harsen Laboratories.

Baca Juga: https://nawacitapost.com/hukum/2021/07/22/moeldoko-akan-melakukan-langkah-hukum-terhadap-icw

“Kita masukkan ini pasal 27 dan pasal 45 UU ITE, yaitu mengenai pencemaran nama baik dan fitnah,” kata Otto, Kamis (29/7/2021).

Selain itu, kata Otto, pihaknya akan mengenakan penggunaan dua pasal di Kitab UU Hukum Pidana (KUHP). Dia akan menggunakan pasal 310 dan 311 sebagai opsi menjerat ICW.

Menurut dia, Moeldoko tidak serta merta menyeret ICW ke jalur hokum. Moeldoko memberi kesempatan ICW untuk membuktikan tuduhannya.

Tak hanya itu, Otto juga mempersilakan ICW membeberkan tentang kapan dan bagaimana Moeldoko terlibat dalam peredaran Ivermectin serta impor beras. Bahkan, kuasa hukum Moeldoko ini memberikan kesempatan waktu kepada ICW 2×24 jam untuk menyampaikan hal itu kepada publik

Dengan tegas, Otto mengingatkan ICW agar mencabut pernyataan itu jika tidak bisa membuktikan hal itu dan ICW juga harus meminta maaf kepada Meoldoko melalui media massa.

“Kalau dalam 1×24 jam sejak press reales ini kami sampaikan , ICW dan saudara Egi tidak bisa membuktikan tuduhannya, tidak mau mencabut pernyataannya, dan tidak bersedia minta maaf kepada klien kami secara terbuka, dengan sangat menyesal kami akan laporkan kasus ini kepada yang berwajib,” ujarnya.

Seperti sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku dibuat kesal atas tudingan yang disampaikan Indonesia Corruption Wacth (ICW).

Moeldoko tidak akan memaaftkan terkait tuduhan kerjasama HKTI dalam impor beras
ni menodai kehormatan saya sebagai ketua HKTI, ” kata Moeldoko.

Moeldoko mengklaim bahwa HKTI berjuang untuk kemandirian petani agar mereka bisa mengekspor beras.

Bahkan, Moeldoko menegaskan bahwa tudingan ICW soal Joanina sebagai Tenaga Ahli di KSP, adalah salah besar.

Moeldoko menjelaskan bahwa Joanina hanya pernah magang selama 3 bulan di KSP.
“Saya suruh dia belajar dari para tenaga ahli di KSP selama 3 bulan awal 2020,” kata Moeldoko.

Atas berbagai tuduhan itu, Moeldoko mempertimbangkan melakukan langkah hukum terhadap ICW. Itu tuduhan ngawur dan menyesatkan, ” ujarnya, Kamis (22/7/2021).