Bongkar Kasus Korupsi Hambalang, Kubu Moeldoko : Kepanikan SBY Terlihat Saat Ibas Diperiksa KPK

0
411

Jakarta, NAWACITAPOST – Kepala Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat kubu Moeldoko Saiful Huda Ems menyinggung persoalan yang dilanda pada era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait proyek Pusat Pendidikan dam Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang.

Saiful meminta KPK untuk memeriksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ibas terkait proyek Hambalang.

Untuk diketahui, proyek Hambalang itu telah merugikan negara sebesar 463,66 milar rupiah periode 2010-2011 total loss dari nilai kontrak 1,2 triliun.

Saiful juga mengungkapkan sejatinya jiwa-jiwa kesatria dan sama-sama berintegritas itu, dua pejabat yang sama-sama berdiri tegak di hadapan supremasi Hukum, bukan jiwa pecundang yan berdiri tegak di hadapan kepentingan Imperium Kapitalis Amerika dan jadi Presiden dua periode lalu meninggalkan banyak masalah sosial, politik, dan berbagai proyek mangkrak yang tidak jelas pertanggungjawabannya.

“Tuh Candi Hambalang saksinya dan untuk Ibas siap-siap saja dipanggil KPK atas berbagai kasusnya di masa lalu, tambah panik lagi, ” kata Saiful beberapa waktu lalu.

Bahkan, dia meminta KPK menuntaskan kasus korupsi proyek Hambalang itu yang diduga melibatkan Ibas saat menjabat Sekjen.

Sebelumnya, Direktur Academic Training Legal System (ATLAS), Miartiko Gea meminta KPK menuntaskan kasus proyek Hambalang yang saat ini masih mangkrak padahal proyek ini berjalan saat era kepemimpinan SBY.

“Proyek hambalang mangkrak karena terjadi korupsi yang sangat terstruktur, sistematis dan masif mulai dari perencanaan hingga pada pembangunan fisiknya. Dalam pembangunan proyek hambalang yang mangkrak telah rugikan negara Rp 463,66 miliar rupiah dengan nilai kontrak Rp 1,2 triliun.

Menurut dia, dalam persidangan Yulianis dan Nazaruddin menyebut dalam korupsi proyek hambalang adanya ketelibatan Ibas sebagai Sekjend Partai Demokrat.