Foto : Novel Baswedan
Jakarta, NAWACITAPOST– Pengamat strategi komunikasi Fajar Shodik mengatakan langkah Pimpinan KPK untuk tidak menghadiri panggilan itu dapat dipahami. Sebab sejak awal Komnas HAM tidak transparan.
“Kalau dilihat Komnas HAM enggan memberikan informasi yang rinci pada KPK,  yang sebenarnya cenderung kooperatif sebagaimana ditunjukkan oleh kehadiran Firli dan kawan-kawan pada pemanggilan oleh Ombusdman,” kata dia.

Dia mengungkapkan para komisioner Komnas HAM dinilai arogan karena mengultimatum Kehadiran Pimpinan KPK melalu media massa,  seperti politisi yang sedang melakukan psywar kepada  lawan politiknya. Hal ini dipandang kurang sesuai.

 

Menurutnya,  komisioner Komnas HAM belum mengoptimalkan jalur-jalur komunikasi informal untuk meyakinkan pimpinan KPK untuk hadir dalam pemanggilan. 

“Drama yang dimainkan komisioner-komisioner Komnas HAM di media massa menunjukkan problem kepemimpinan,  manajemen, dan komunikasi kelembagaan yang akut. Maka sebagai lembaga negara,  mereka tidak seharusnya menekan lembaga negara lainnya di ruang publik, ” kata dia. Minggu (12/6).

Sebelumnya Ketua KPK Firli Bahuri tidak menghadiri pemanggilan Komnas HAM,  pasalnya dia mempertanyakan sikap Komnas HAM terkait pelanggaran HAM yang dilanggar atas 75 karyawan KPK yang gagal masuk dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). 

Baca juga :  Ketua DPR : Saya Siap Bertemu Mahasiswa