Anak Anggota DPRD Bekasi Jadi DPO Pemerkosaan, Komisi III DPR: Kalau Melawan Tembak Saja!

0
268
Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman / istimewa

Jakarta, NAWACITAPOST – Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman meminta agar polisi menindak tegas terhadap AT (21) pelaku pemerkosaan. Diketahui AT merupakan anak anggota DPRD Kota Bekasi Ibnu Hajar Tanjung (JHT). Namun, pelaku saat ini masih menjadi buruan polisi atau DPO.

Habiburokhman meminta polisi untuk menembak kaki AT jika melakukan perlawanan. Menurut politisi Gerindra ini Tindakan tegas kepolisian sebagai Langkah penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap siapapun yang melakukan kejahatan. Terlebih pemerkosaan kepada anak di bawah umur.

“Kita ingin polisi tegas kejar itu pelaku AT, tangkap kalua melawan tembak saja kakinya. Kalau perlu kedua kakinya,” kata Habiburokhman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/5/2021).

Selain itu, kata dia, pelaku juga harud diadili agar dapat dihukum seberat-beratnta. Jika merujuk kepada aturang perundang-undangan, maka pelaku dapat dijerat hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

“Saya baca di UU PA itu ada hukuman seumur hidup atau hukuman mati. Ini dajjal. Ini harus diproses dan dperlakukan dengan tegas, kita tidak kasih toleransi, negara ini harus tunjukkan kita tidak main-main dalam melindungi hak perempuan dan anak,” ujarnya.

Namun, terkait kasus itu, dia meminta agar tidak dikaitkan dengan ibnu Hajar Tanjung selaku anggota DPR Kota Bekasi dari Fraksi Gerindra.

Ia menegaskan, bahwa AT sudah cukup umur dan dewasa sehingga Tindakan dan kelakukannya sebagai pelaku pemerkosaan anak dibawah umur dapat dipertanggung jawabkan sendiri, tanpa dikaitkan dengan IHT selaku orang tua pelaku.

“Tidak ada kaitannya dengan partai atau DPRD, meskipun IHT sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Gerindra, karena pelaku AT sudah dewasa,” ucapnya.

Sebelumnya, Polres Bekasi Kota menetapkan AT (21) anak dari seorang anggota DPRD Kota Bekasi, Jawa barat, sebagai tersangka pemerkosaan terhadap seorang gadis berusia 15 tahun. Penetapan tersangka dilakukan Polres Kota Bekasi pada Rabu (19/5) kemarin.
Namun, hingga saat ini pelaku AT masih menjadi DPO Polres Kota Bekasi.