Dirut RRI M Rohanudin Diduga Pro ISIS,  Selain Harus Dicopot, Tim Densus 88 Periksa 

0
207

Jakarta, NAWACITAPOSTSerigala berbulu domba mungkin cocok disematkan kepada PKS. Bagaima tidak? Setelah kampus UI (menurut penggiat media sosial, Ade  Armando) telah disusupi  PKS dengan jatah beasiswa buat agama tertentu. Belum cukup sampai disitu, susupan berikutnya yang dilakukan partai yang berganti logo menjadi warna oranye mirip dengan PDIP yang merah, menyusupkan Kuntjoro Pinardi di PT PAL. 

Baca Juga : Hasil Kajian Pengamat Media Sapta Pratala : RRI Diduga Corong PKS dan FPI

SARANG susupan berikutnya memasang Dirut RRI Mohammad Rohanudin.  Portal berita RRI yang harusnya mengawal kebijakan pemerintah Jokowi, malah dibuat anti Jokowi. Empat konseksus nasional ; Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan setia pada NKRI tidak dilaksanakan  oleh M Rohanudin.

Pemberitaan tentang pembubaran FPI, Dirut RRI sengaja membelokan arahya. Malah diberitakan mendukung anti pembubaran FPI. Judul berita lainnya, Amien Rais Lapor Jokowi, Laskar FPI Dibunuh. Pemberitaan seperti ini sengaja dilakukan M Rohanudin untuk menarik simpatisan FPI.

Bahkan porsi FPI, PKS, HTI dan ISIS melalui M Rohanudin menjadi berita positif dan besar persentasenya. Bahkan RRI sudah menjadi propaganda pemberitaan kelompok intoleren, sebagai bibit radikalisme.

Lebih tragis lagi, RRI diperintahkan M Rohanudin memberikan bantuan sebesar 25.000 dolar AS lewat Aksi Cepat Tanggap (ACT).  Tenryata Kantor ACT berjarak 3 KM dan sederet dengan Kantor DPP PKS di TB Simatupang. Sehingga hampir dipastikan 100 persen yang tergabung di ACT adalah orang-orang PKS. Jadi cara PKS mencari logistik di era Jokowi, selain lewat  anggota legislati PKS, RRI, PT PAL, dan ACT (lembaga ini) bertopeng kemanusiaan, padahal untuk kepentingan PKS,  dan diduga mendanai kelompok teroris ISIS di luar negeri dan afiliasi ISIS di Indonesia.

M Rohanudin telah jelas-jelas sebagai Dirut RRI selalu menggiring opini kepada pembaca dan pendengarnya untuk membela kelompok FPI, HTI dan ISIS.

Perbuatan  M Rohanudin bisa dibongkar oleh penggiat media sosial Sapta.  Karena ada renteten sebelumnya, pencabutan FPI oleh TNI, pembubaran FPI, penangkapan dan penahanan Rizieq Shihab, dan penangkapan eks Sekum FPI, Munarman.

Kini, M Rohanudin selain dicopot, tim Densus 88 harus memeriksa juga keterlibatan yang bersangkutan terkiat perannya dalam pemberitaan yang pro FPIm, HTI, ISIS dan kelompok intoleren lainnya.  Yang jelas pengganti M Riohanduin harus orang yang setia dan melaksanakan 4 konsesus nasional.