Tak Lolos Tes Pegawai KPK, Novel Baswedan Tak Paham Wawasan Kebangsaan 

0
250
Gubernur Jakarta, Anies Baswedan (baju hijau) akrab bersama Novel Baswedan

Jakarta, NAWACITAPOSTKomisioner KPK ditetapkan berdasarkan UU Nomor 30 tahun 2002, khususnya pasal 30. Panitia Seleksi (Pansel) adalah tahapan yang harus dilewati komisione ini. Lolos administrasi dan pengajuan ke DPR dengan mengikuti fit and proper tes. Penetapan di DPR diusulkan ke Presiden untuk dilantik. Begitulah rentetan yang harus dilalui menjadi komisioner KPK. Tahapan dilakukan, sebab itu ada anggaran negara (APBN) yang harus dipertanggung jawabkan.

Baca Juga : Pelanggaran Berat Dua Oknum KPK, Bukti Ada Masalah Selama Ini

SEHARUSNYA, berlaku sama dalam tingkatan yang membantu Komisioner KPK. Sebut saja, penerimaan  pegawai KPK. Pemerintah perlu dilibatkan dalam konteks keterbukan dan kejujuran saja, tak lebih dari itu, serta syarat-syarat pada NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika perlu menjadi syarat utama dan pokok. Karena ada anggaran negara (APBN)  yang harus dipertanggung jawabkan.

Pemerintah pun mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor  41 tahun 2020 tentang Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai ASN. Alasan pemerintah agar penerimaan pegawai KPK terbuka dan bisa dipertanggungjawbkan.

Pasalnya, selama ini penerimaan pegawai KPK, otoritas kendali utamanya ada di wadah pegawai KPK yang dibentuk  oleh Abdul Hehamahua. Saat ini, ia menjadi ketua Tim TP3 yang selalu mempertanyakan dan cenderung menyalahkan Jokowi, terkait tewasnya 6 laskar FPI di jalan tol.

Wadah KPK, ini  punya kewenangan luar bisa. Kabarnya komisioner KPK harus seirama dan tunduk  pada wadah ini.

Namun ada saja ucapan dari pegawai KPK bernada  tak sedap dan seolah pemerintah terlalu campur tangan, sehingga KPK tidak independen dan nyinyiran lainnya.

Belum lama ini, penerimaan pegawai KPK, wadah pegawai KPK tidak dilibatkan. Melainkan komisioner KPK berpegangan pada PP 41 Tahun 2020, melakukan Tes Wawancara Kebangsaan. Infonya 75 pegawai KPK tak lolos, termasuk Novel Baswedan.

Entah apalagi nyanyian yang disuarakan Novel Baswedan  terkait dirinya tak bisa menjadi penyidik KPK, karena tak lolos tes. Kembali ke polisi tak mungkin, sebab sudah mengundurkan diri.

Bekerja di saudara sepupunya yang Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, hanya tinggal satu tahun lagi, sebab Anies akan berhenti secara UU sebagai Gubernur Jakarta pada  Oktober 2022.

Yang jelas Novel tidak dipecat atau disingkirkan, melainkan tidak lolos tes wawasan kebangsaan. Berarti tidak paham tentang nilai-nilai kebangsaan. Beredar kabar,  Novel sudah berhaluan paham lain.

 

Tinggalkan Komentar