kiri ke kanan ; Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Jubir Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak

Jakarta, NAWACITAPOST – Sebelum dipercaya Prabowo Subianto sebagai juru bicara (jubir) Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjutak adalah koordinator Juru bicara (Jubir) Pasangan Pilpres Prabowo -Sandi. Ia juga pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, dan dosen disebuah Perguruan Tinggi Negeri, Banten.

Baca Juga : FPI Dilarang, Kelompok Radikalisme Ketakutan

KEMBALI ke Pilpres 2019. Dahnil dan FPI pernah satu barisan mendukung penuh Prabowo -Sandi. Kini FPI sudah dibubarkan. Sebelum kelompok ini dibubarkan oleh pemerintah dengan catatan pelanggaran buruk. Spanduk, baliho dan hal terkait gambar FPI dan Rizieq Shihab diturunkan dan dicopot aparat yang dikomandani TNI.

Hal terkait lainnya,  Dahnil dan kelompok FPI sudah berpisah alias tak menyatu lagi. Boleh disebut Dahnil ada digarda terdepan bersama TNI.

Komentarnya di media sosial facebook membuat kelompok eks FPI geram. Pasalnya, Dahniel menulisnya HRS (Rizieq) bukan siapa-siapa. Dahniel menjawab itu  atas pertanyaan warganet mengenai banyaknya TNI yang menurunkan atribut (spanduk dan baliho) berbau eks FPI.

Dahnil melanjutkan dengan pernyataan tegas, bahwa dia (Rizieq) bukan siapa-siapa baginya, justru saya yang bantu dan membelanya dulu. Tragisnya Rizieq tak pernah berkontribusi  untuk membantu saya (Dahnil).

Sementara persamaanya, selain ada dibarisan PS(Prabowo Suabianto) – Sandi, juga pernah sama-sama melawan Ahok. Ungkapan bernada tegas Dahnil ini sudah diketahui Prabowo Subianto.

Apalagi pernyataan Dahniel ini diduga terkait PS maju pilpres 2024. Jika berpasangan dengan PDIP maka, nama dan sepak terjang eks FPI perlu disingkirkan jauh-jauh. Sampai nempel dan melekat kelompok ini ke PS, jangan harap dilirik partai pemenang pertama Pileg 2019.

Demikian juga partai koalisi pemerintah pun berlaku sama dengan partai  yang kadernya sebagai Ketua DPR dan Presiden.

Baca juga :  Budi Karya Siap Jika Dipercaya Kembali Jadi Menteri