Mantan Pelaku Bom Bali 1, Ali Imron : Peta Teroris Indonesia Mengerikan, Tapi Densus 88 Berhasil Menjinakan

0
65
Ali Imron ek Bimber Teroris yang bertaubat

Jakarta, NAWACITAPOST –  Hanya butuh waktu dua jam saja seseorang bisa menjadi teroris. Sebut eks pelaku bom Bali satu Ali Imron. Ali menceritakan, saat meledakan bom. Dirinya menargetkan bahwa warga Amerika,  Australia dan Eropa adalah musuh dari teroris.

Baca Juga : Polri Tetapkan 3 Terduga Teroris DPO, Perannya Sagat Berbahaya

Ledakan bom itu besar, karena beratnya puluhan dan ratusan ton. Ratusan jiwa jadi korbannya. Saudara dari Amrozi (pelaku bom bali yang dihukum mati) mempelajari dan bisa merakit bahan peledak, dari  medan tempur di Filipina dan Afghanistan. Saat itu, internet belum selancar sekarang. Yang bisa mempelajari perakitan bom di media sosial.

Saat ini, Ali telah bertaubat dan boleh disebut eks teroris yang mencintai NKRI. Pertobatan Ali dari teroris membuahkan hasil. Banyak pemikirannya bermanfaat bagi berbagai kalangan yang cinta Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan UUD 1945.

Mendengar, melihat serta mengamati aksi teroris akhir-akhir ini. Sebut bom Makasasar dan Mabes Polri. Ali bersyukur aksi teroris itu berskala kecil. Bisa ditangani dengan baik oleh Tim Densus 88. Jaringannya pun sudah diamankan dan ditangkap.

Walaupun skalanya kecil, tapi peta penyebaran terorisnya cukup besar, kata Ali dalam  acara bertajuk Tangkas  Teroris secara virtual, Jumat (16/4/2021).

Ali menjelaskan, bahwa pada dasarnya teroris itu menginginkan terjadinya kerusuhan.  Dari situlah jihadis sangat besar melakukan aksinya.

Ali juga memberikan solusi dalam menangkis teroris, yaitu memotong hubungan antara satu teroris dengan teroris lainnya. Bukan hanya menelusuri penyebaran paham radikalisme melalui aplikasi pesan instan saja, jelas narapidana teroris yang masih menjalani hukuman akibat perbuatannya dan sudah bertemu dengan keluarga korban bom bali 1.