Nazarddin Peluru Mematikan Kubu KLB Demokrat Yang Siap Meluluh Lantahkan Dinasti Cikeas

0
423
Nazaruddin Vs Ibas

Jakarta, NAWACITAPOSTMuhammad Nazaruddin adalah sosok yang ditakuti Dinasti  Cikeas. Apa pasal? Ia tahu banyak tentang keterlibatan Edhi Baskoro Yudoyhono biasa disapa Ibas dalam pusaran korupsi era Presiden SBY. Jabatan Ibas, kala itu Sekjen Partai Demokrat, Ketua Umumnya Anas Urbaningrum dan Bendahara Umum Nazaruddin.

Baca Juga : Tak Hadir Sidang Gugatan Yang Dilayangkan Jhoni Alen Marbun, Pertanda AHY Ketakutan

SECARA logika, jika Ketua umum dan Bendahara menjalani masa hukumannya dengan kasus korupsi berbasis partai. Pertanyaannya, masa Sekjen tak mengetahuinya? Bukankah ada kertas  atau dokumen yang harus ditandatanganinya dalam berbagai aktivitas kepartaiannya.

Bahkan Nazaraddin dan Anas dalam persidangannya menyebut nama Ibas terjerat korupsi. Ibas tak tersentuh, mungkin saat itu ayahnya masih Presiden. Kini Nazaruddin telah bebas murni pada 13 Agustus 2020, setelah menjalani masa pidananya 13 tahun, sedangkan Anas rencananya tahun 2023 akan bebas murni.

Kini Nazarudin berada dibarisan kubu Rawamangun (Moeldoko).  Memang dia senyap dalam pemberitaan KLB Demokrat Sibolangit yang memilih dan menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai. Nazaruddin punya segepok bukti untuk menjerat salah satu putra mahkota Cikeas menjalani persidangan di KPK. Sepertinya kartu As tentang Ibas ada ditangan Nazaruddin.

Sebelumnya kubu Menteng  (SBY –AHY –Ibas) begitu gencar menyerang dengan adanya isu kudeta. Segala cara ditabuhkannya. Yang paling anyar AHY minta bantuan JK.  Lalu SBY turun gunung, dan Ibas memaksa kader demokrat di Parlemen Senayan berikrar setia kepada AHY.

Kubu KLB Demokat, memang mengakui bahwa Nazarddin adalah peluru yang akan dimuntahkan ke kubu Cikeas. Tentu dengan dugaan korupsi yang melibatkan Ibas.  Setelah permohonan gugatan Jhoni Alen Marbun (JAM) di proses pengadilan negeri Jakarta Pusat, terkait pemecatan JAM sebagai anggota DPR. Kini Ibas tunggu giliran untuk dipangil KPK. Yang perlu dilakukan Nazaruddin menyerahkan bukti-bukti ke KPK.