Bareskrim Polri Tetapkan Eks Dirut Bosowa Corporindo Tersangka Saham Bank Bukopin

0
106
Gedung Bareskrim / ist
Gedung Bareskrim/ist

Jakarta, NAWACITAPOST – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan eks Direktur Utama (Dirut) PT Bosowa Corporindo berinisial SA sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana jasa keuangan terkait kisruh pengeloaan saham PT Bank Bukopin oleh Bosowa.

“Atas perbuatan tersangka SA yang diduga dengan sengaja mengambaikan dan/atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” kata Dir Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipieksus) Bareskrim Polri, Brigjen Helmy Santika dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Rabu (10/3).

Dalam kasus ini, Helmy menegaskan, bahwa penetapan status tersangka dilakukan penyidik setelah melakukan gelar perkara, dan ditemukan bukti-bukti kuat terkait kasus itu.

Selain itu, Helmy menjelaskan kasus ini berawal dari Mei 2018 saat PT Bank Bukopin ditetapkan sebagai bank dalam pengawasan intesif oleh OJK karena permasalahan tekanan likuditas. Kondisi itu semakin memburuk sejak bulan Januari sampai Juli 2020.

Atas hal tersebut, pihak OJK mengeluarkan perintah tertulis kepada Dirut PT Bosowa Corporindo ata nama SA melalui surat OJK nomor ,SR-28/D.03/2020 tanggal 9 Juli 2020 guna penyelamatan perusahaan.

Dalam isi surat itu tentang perintah tertulis pemberian kuasa khusus kepada tim Technical Assitance (TimTA) dari PT BRI untuk dapat menghadirkan dan menggunakan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk.

“Tetapi PT Bosowa Corporindo tidak melaksanakan perintah tertulis itu,” ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa tersangka SA mengundurkan diri sebagai Dirut Bosowa Corporindo pada 23 Juli 2020 setelah surat OJK itu terbit.

“Sejak tanggal 24 Juli 2020, SA aktif dalam kegiatan bersama para pemegang saham bank Bukopin maupun pertemuan dengan OJK pada tanggal 24 Juli 2020, tetapi tidak menginformasikan soal pengunduruan dirinya sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo,” ucapnya.

Menurutnya, SA masih mengaku sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo pada tanggal 27 Juli 2020 kepada Bank Bukopin.

Atas perbuatannya, SA dikenakan melanggar Pasal 54 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat dua tahun dan denda paling sedikit Rp 5 miliar atau pidana penjara paling lama enam tahun dan pidana denda paling banyak Rp 5 miliar.