Jubir bicara MenluTeuku Faizasyah angkat bicara perihal pemberitaan Reuters

0
148

Jakarta, NAWACITAPOST -Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Teuku Faizasyah angkat suara perihal isu yang beredar media jika Indonesia diklaim mendukung junta militer Myanmar.
Berita pertama muncul dalam pemberitaan Reuters pada Senin (22/2/2021), diberitakan negara Indonesia disebut sedang melobi beberapa negara ASEAN untuk mendukung pemilu ulang yang akan dilakukan militer pasca kudeta.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Faizasyah angkat suara perihal isu yang beredar jika Indonesia diklaim mendukung Junta militer Myanmar.
Hal ini l muncul dalam pemberitaan Reuters pada Senin (22/2/2021), di beritakan negara Indonesia disebut sedang melobi beberapa negara ASEAN untuk mendukung pemilu ulang yang akan dilakukan militer pasca kudeta.

Untuki itu Faizasyah menekankan kalau artikel di Reuters yang menyebutkan Indonesia seakan-akan mendukung satu proses pemilu baru di Myanmar adalah tidak bena. tegas Faizasyah

Menurut , Faizasyah sejak awal Indonesia berada pada posisi yang sama. Sedari awal adanya perkembangan politik di Myanmar, Indonesia sudah mengeluarkan satu statement yang sangat jelas, yakni negara Indonesia sangat prihatin atas situasi politik di Myanmar.

Indonesia juga menghimbau Myanmar dapat penggunaan prinsip-prinsip yang terkandung dalam piagam ASEAN, diantaranya komitmen pada hukum, kepemerintahan yang baik, prinsip-prinsip demokrasi, dan pemerintahan yang konstitusional. Pungkas Faizasyah

“Dengan tegas Indonesia menggarisbawahi bahwa perselisihan-perselisihan terkait hasil pemilihan umum kiranya dapat diselesaikan dengan mekanisme atau hukum yang berlaku,” pungkasnya

Selain itu, kata , Faizasyah Indonesia juga mendesak semua pihak di Myanmar untuk menahan diri tidak terpancing dengan mengedepankan pendekatan dialog dalam mencari solusi dari berbagai permasalahan yang ada, sehingga tidak semakin memperburuk situasi di Myanmar.

“Jadi yang ingin kami garis bawahi, setelah kita mengeluarkan statement pasca terjadinya perkembangan politik di Myanmar, posisi nasional Indonesia tidak berubah, tidak ada satu perubahan atau pergeseran posisi apapun,” tandasnya

“Ini dipertegas setelah Presiden RI Joko Widodo bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Muhammad Yassin yang memintakan adanya satu pertemuan menteri luar negeri ASEAN, yakni Special ASEAN Foreign Ministers Meeting.”

Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar di datangi para demonstran anti kudeta. Mereka memprotes sikap Indonesia yang diklaim mendukung Junta militer sambil membawa foto pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dan juga beberapa poster yang bertuliskan perlawanan kepada pemilu militer.

Peristiwa ini terungkap dalam sebuah posting seorang jurnalis lokal Hnin Zaw di Twitter, yang mempublikasikan sebuah foto sikap para demonstran berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia.