Kalah Di Pilkada 2020 Sumbar, Walikota Pariaman Genius Umar Lampiaskan (Menolak SKB 3 Menteri)

0
317
Walikota Pariaman Genius Umar yang maju sebagai Cawagub, kalah dan menempati posisi Buncit dari 4 pasangan calon yang berlaga di Pilkada 2020 Sumbar.

Jakarta, NAWCITAPOST – Sederet prestasi gemilang ditorehkan Genius Umar Walikota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar). Jenjang akademisnya tak perlu diragukan lagi,  lulus di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara, Lembaga Administrasi Negara RI, Jakarta, lulus 1997 Magister Sains (S2), Magister Administrasi Publik, Program Pascasarjana Universitas Gajah Mada, lulus 2001. Doktor (S3) Program Manajemen dan Kebijakan Pengelolaan SDA dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor, lulus 2007.

Baca Juga : Viralnya Wajib Jilbab Non Muslim Di SMK N 2 Padang, Ade Armando Sudah Ingatkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Jauh Sebelumnya

Jabatan berjenjang dimulai dari staf Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kabupaten Padang Pariaman sampai Wakil Walikota Kotamadya  Pariaman pernah di embannya, saat ini sebagai Walikota Pariaman 2018 – 2023. Genius juga kerap juga pembicara seminar dalam dan luar negeri. Namanya masih harum dan mempesona.

Pilkada Sumbar 2020 Genius Umar mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur mendampingi Fakhrizal. Pasangan ini didukung PKB, Golkar dan Nasdem. Tiga Partai yang mendukung  tak perlu nasionalisme dan kemajemukannya.  Hasilnya pasangan nomor 3 itu kalah dan menempati posisi buncit dari empat pasangan calon yang ada, dalam perebutan orang nomor satu dan dua Sumbar. Nama harum yang mempesona itu memudar dengan tabiat aslinya.

Baca Juga : Ade Armando : Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno Berbohong

Ketika Pemerintah Pusat mengeluarkan SKB tiga menteri soal seragam sekolah, Walikota Pariaman Genius terang-terangan menolak dengan berbagai alasan yang dikemukakannya.

Genius mengatakan, alasan menolak aturan tiga menteri tersebut karena setiap daerah memiliki kearifan lokal masing-masing. Pariaman masyarakatnya homogen, yaitu mayoritas Islam, tapi tidak ada pemaksaan siswi non-muslim memakai jilbab di sini,” kata Genius, Selasa (16/2/2021).

Walikota Pariaman Genius Umar yang maju sebagai Cawagub, kalah dan menempati posisi Buncit dari 4 pasangan calon yang berlaga di Pilkada 2020 Sumbar.

Penolakan Walikota Pariaman direspon arif dan bijaksana Mendagri melalui Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik kepada wartawan di Gedung A Kemendagri, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021).

Kemendagri sendiri menegur Genius Umar secara lisan. Kementerian yang dipimpin Tito Karnavian itu bahkan tidak menutup kemungkinan untuk memberi Wali Kota Pariaman sanksi.

Padahal saat dilantik dan menjabat Kepala Daerah (Wakil Walikota, Walikota, Wakil Gubernur dan Gubernur) dalam sumpahnya, siap melaksanakan peraturan Undang-undang.  Dan SKB Tiga Menteri adalah produk peraturan perundang-undangan yang perlu dilaksanakan secara tegas  tanpa alasa a, b dan c.  Jika tidak dilaksanakan, maka sanksi diberikan.

Bukan hanya Kemendagri yang menegur Walikota Pariaman Genius,   DPR dan penggiat  kemajemukan. Bahkan Ade Armando menyebut berjilbab bukan kearifan  lokal.  Ade beranggapan, kewajiban memakai jilbab tidak masalah bila diberlakukan di sekolah bercorak Islam seperti madrasah ataupun pondok pesantren.

Namun yang terjadi di Padang dan penolakan Walikota Pariaman terhadap SKB Tiga Menteri dilakukan di sekolah negeri yang operasionalnya didanai dari uang rakyat. Kasus tersebut merupakan masalah yang cukup serius, lantaran membuktikan masih adanya penindasan hak beragama dan berkeyakinan di Indonesia.

Sehingga tak boleh terjadi adanya penolakan terhadap SKB  tersebut. Sebab, semua dijamin dengan UU. Jika merujuk pada pendapat Ade  yang asli Sumbar, di sekolah negeri yang berjejang tidak boleh ada pemaksaan seragam sekolah oleh agama tertentu.

Kembali ke Soal Genius dan dihubungkan dengan Pilkada. Nampaknya, kekalahan Pilkada Sumbar bisa jadi alasan kuat Genius untuk menancapkan kuku atau pengaruhnya di Pariaman (Pilkada Sumbar Fakhrizal – Genius Umar). Pengaruhnya itu diwujudkan dengan menolak SKB  3 Menteri. Pasalnya, kekalahan Pilkada Sumbar,  secara UU Pemilu mengharuskan dirinya harus meningglkan jabatan orang nomor satu Pariaman. Supaya dicintai atau dihormati dan bisa mempengaruhi warga Pariaman Genius melakukan penolakan dari Pemerintah Pusat.