Gebukan Hukum Jokowi Lewat Eddy Hiariej

0
399
WamenkumHAM Edward Omar Sharif Hiariej (berdiri di mimbar konferensi pers pembubaran FPI, di kantor Menkopolhukam, Rabu (30/12/2020).

Jakarta, NAWACITAPOST –Bukan tanpa sebab Presiden Jokowi menunjuk dan memilih Edward Omar Sharif Hiariej Biasa disapa Eddy Hiariej sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM untuk periode 2020 -2024. Pria kelahiran Ambon 10 April 1973 punya segudang prestasi khususnya dibidang hukum pidana.

Baca Juga : Lobby Tingkat Tinggi Yasonna, Sukses Pemerintah Jokowi

Ketika lulus SMA pada tahun 1992, Edy ikut seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri UGM  hasilnya Gagal. Hal itu membuat dirinya semakain terlecut untuk memperbaikinya. Terbukti pada pada tahun 1993, ikut seleksi lagi dan lulus. Hanya butuh waktu  5 tahun gelar Sarjana Hukum disandangnya, dan begitu ada penerimaan dosen pada tahun 1998  Eddy pun lolos dan menyandang status Dosen PNS. Tahun 2002 – 2007  Eddy dipercaya sebagai asisten Wakil Rektor Kemahasiswaan UGM.

Menyandang status guru besar (profesor) saat berusia 37 tahun. Bukan hanya itu saja gelar Doktor pun diraihnya dalam waktu singkat tak sampai 3 tahun.

Profesor termuda ini bukan hanya kinclong dan bersinar di almamaternya.  Eddy pun menjadi saksi ahli dalam sidang kasus penodaan agama yang melibatkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Saksi ahli berikutnya dalam sidang kasus pembunuhan dengan kopi sianida yang melibatkan Jessica Kumala Wongso sebagai terdakwanya.

Kemudian menjadi saksi ahli  dalam sidang sengketa Pemilihan Presiden 2019 untuk pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang sedang mempertahankan klaim kemenangan melawan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hasilnya Jokowi-Ma’ruf menang, dan menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

Ditempatkannya Eddy Hiariej sebagai WamenkumHAM, menambah daya gedor KemenkumHAM.  Meregulasi bidang hukum semakin bisa terlaksana dengan cepat dan baik. Begitu ungkapan MenkumHAM Yasonna Laoly ketika tahu yang mendampinginya di KemenkumHAM adalah Eddy. Kata Yasonna, Eddy adalah teman diskusi hukum yang mudah mencarikan solusi pelik hingga mudah dimengerti.

Dia (Eddy) bukan hanya ahli debat tapi mampu memberi jalan keluar terbaik bagi permasalahan hukum, ujar Yasonna saat memperkenalkan Eddy sebagai WamenkumHAM kepada jajarannya.

Selanjutnya Yasonna mempercayakan penuh kepada Eddy untuk menyampaikan Konferensi pers 30 Desember 2020 di kantor Menkopolhukam perihal yang dianggap penting bagi kepentingan bangsa dan negara. Yaitu pembubaran FPI.

Tentu Menkopolhukam Mafud MD menyampaikannya juga dengan  didampingi Menkumham Yassona Laoly, Mendagri Tito Karnavian, Kepala KSP Moeldoko, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menkominfo Johnny G Plate, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, Kepala BIN Budi Gunawan, Kepala PPATK Dian Ediana, Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar,dan Wamemkumham Prof. Eddy Hiariej.

Ditempatkannya Eddy sebagai  WamenkumHAM, atas restu dan izin Yasonna. Tentu otoritas penuh ada ditangan Jokowi.  Yang jelas, Jokowi punya pasukan lengkap dalam menggebuk dengan cara saya (Jokowi) seperti kerap didengungkannya dalam berbagai kesempatan,  yaitu. Kapolri Jendral Idham Aziz plus Kapolda Irjen Fadil, Panglima TNI Marsekal Hadi dengan Pangdam Jaya Mayjen Dudung, Menteri Agama Gus Taqut, dan terakhir si profesor termuda yang  berani mengeksekusi keputusan hukum sepelik apapun WamenkumHAM Eddy Hiariej.