Rizieq Shihab Diusir Di Tanah Milik PTPN 8 Bogor 

0
621

Jakarta, NAWACITAPOST –Negara sudah hadir. Itulah kata yang paling tepat disematkan kepada pemerintahan Jokowi. Khususnya Polisi dan TNI.

Baca Juga : Yusril Tolak Jadi Pengacara FPI, Bahtiar Nasir Siap Mengikuti Jejak Rizieq?

KEDUA lembaga  itu membuktikan tugasnya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban negara. Berhasil membungkam kelompok ormas bercorak preman. Sebut saja Rizieq Shihab dan FPI.

Hitungan dua minggu, dua lembaga keamanan negara itu menurunkan baliho Rizieg Shihab, dilanjutkan dengan berhasil melumpuhkan 6 pengawal Rizieq karena melawan petugas, karena menggunakan senjata tajam dan senjata api, dan penahanan besannya Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad.

Efek positif. Tak dikomando, rakyat atau siapapun non FPI menolak  ceramah dari FPI dan PA 212. Yang anyar, tanah seluas 31 hektar yang berlokasi di  Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor yang diserobot FPI secara ilegal. Ternyata, lahan itu milik negara dalam hal ini PTPN 8.

Sebenarnya sejak 3 tahun lalu, 2017. PTPN melakukan perlawanan secara hukum kepada FPI. Pasalnya lahan itu,  milik PTPN 8. Kemudian diperkuat dengan surat somasi dari PTPN 8, tanggal 18 Desember 2020 yang meminta menyerahkan kembali tanah tersebut kepada negara.

Tindakan yang dilakukan PTPN 8 sudah tepat dengan melakukan somasi. Dan tidak lama lagi tanah tersebut dikembalikan ke negara. Sebab, memang punya negara (PTPN 8).

Mungkin dipikirnya, oleh kelompok FPI dan pembelanya. Penahanan Rizieq dianggap selesai. Tidak seperti itu. Masalah hukum yang menyertainya, termasuk tanah Megamemdung, Bogor. Bisa diduga juga aset-aset yang diklaim milik FPI,  jangan-jangan bukan miliknya?

Tertimpa tangga begitu ‘godam kata’ yang tepat dilontarkan kepada Rizieq dan FPI.