Polda Jabar Segera Periksa Bahar bin  Smith, Penjara Siap Menanti

0
308
Habib Bahar bin SMith

Bandung, NAWACITAPOST – Ceramah Habib Bahar bin Smith selalu bernada provokasi. Menyerang pemerintah kerap dilakukan. Bermusuhan  tepatnya. Pemerintah itu tak ada yang benar, ujar pria kelahiran Manado 35 tahun silam.

Baca Juga : Tindak Tegas FPI, TNI Tuai Dukungan Rakyat

DIPENJARA dua kali.Penganiayaan supir taksi  daring  pada 2018 dan  penganiayaan dua remaja bernama Cahya Abdul Jabar dan Muhammad- Khoerul Aumam Juli 2019.

Vonis pun diputus 3 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Mei 2020 mendapat asimilasi. Asimilasi adalah proses pembinaan narapidana dan anak didik pemasyarakatan yang dilaksanakan dengan membaurkan narapidana dan anak didik pemasyarakatan dalam kehidupan masyarakat. Biasanya pihak penjamin itu adalah orang-orang yang kenal dengan narapidana tersebut.

Bukannya menggunakan dengan baik hak asimilasi tersebut. Bahar bin Smith malah melakukan kegiatan ceramah masih bernada provokatif dan permusuhan kepada pemerintah. Bukan cuman itu mengumpulkan umat tanpa melakukan protokol kesehatan secara ketat.

Karena melanggar protokol kesehatan dan ceramah bernada provokatif dan tidak mengindahkan petugas dalam membimbing asimilasi bagi dirnya. Ditjen Lapas Reynhard Ritonga memerintahkan pihak Lapas Gunung Sindur untuk menjebloskan kembali Bahr ke sel penjara.

Pria yang akrab disapa ‘Habib Bule’ di daerah kelahirannya Manado sudah ditolak oleh sebagian masyarakat Manado.   Bagi Warga Manado kepulangannya habib bule ini bisa memperkeruh keadaan. Rusuh bisa saja terjadi. Padahal masyarakat yang terkenal dengan julukan Nyiur melambai ini sudah hidup rukun, damai diantara 5 agama. Habib bule sempat pulang, tapi pesawat yang ditumpanginya hanya mendarat di bandara. Dia tak boleh turun. Pesawat pun balik arah dan terbang kembali ke Jakarta.

Habib ini sepertinya tak pernah kapok melalukan  ceramah bernada permusuhan kepada pemerintah. Maka sudah tepat, Polda Jabar membuka kasus lama yang menjeratnya. Hukuman penjara bisa lebih lama dia huni.

DIPENJARA dua kali.Penganiayaan supir taksi  daring  pada 2018 dan  penganiayaan dua remaja bernama Cahya Abdul Jabar dan Muhammad- Khoerul Aumam Juli 2019.

Vonis pun diputus 3 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Mei 2020 mendapat asimilasi. Asimilasi adalah proses pembinaan narapidana dan anak didik pemasyarakatan yang dilaksanakan dengan membaurkan narapidana dan anak didik pemasyarakatan dalam kehidupan masyarakat. Biasanya pihak penjamin itu adalah orang-orang yang kenal dengan narapidana tersebut.

Bukannya menggunakan dengan baik hak asimilasi tersebut. Bahar bin Smith malah melakukan kegiatan ceramah masih bernada provokatif dan permusuhan kepada pemerintah. Bukan cuman itu mengumpulkan umat tanpa melakukan protokol kesehatan secara ketat.

Karena melanggar protokol kesehatan dan ceramah bernada provokatif dan tidak mengindahkan petugas dalam membimbing asimilasi bagi dirnya. Ditjen Lapas Reynhard Ritonga memerintahkan pihak Lapas Gunung Sindur untuk menjebloskan kembali Bahr ke sel penjara.

Pria yang akrab disapa ‘Habib Bule’ di daerah kelahirannya Manado sudah ditolak oleh sebagian masyarakat Manado.   Bagi Warga Manado kepulangannya habib bule ini bisa memperkeruh keadaan. Rusuh bisa saja terjadi. Padahal masyarakat yang terkenal dengan julukan Nyiur melambai ini sudah hidup rukun, damai diantara 5 agama. Habib bule sempat pulang, tapi pesawat yang ditumpanginya hanya mendarat di bandara. Dia tak boleh turun. Pesawat pun balik arah dan terbang kembali ke Jakarta.

Habib ini sepertinya tak pernah kapok melalukan  ceramah bernada permusuhan kepada pemerintah. Maka sudah tepat, Polda Jabar membuka kasus lama yang menjeratnya. Hukuman penjara bisa lebih lama dia huni.