Bobol Saldo ATM Atlet e-Sport, Kepala Maybank Terancam 20 Tahun Kurungan

0
332

NAWACITAPOST- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menjerat Kepala Maybank cabang Cipulir, AT dengan pasal berlapis dalam  kasus pembobolan saldo ATM atlet e-Sport Winda Lunardi dan ibunya, Floleta sebesar Rp22 miliar. Hal ini disampaiakn oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono.

Dia menjelaskan bahwa, tersangka dijerat pasal perbankan dan pencucian uang dengan ancaman pidana hingga 20 tahun. Pasal 3, 4 dan 5 Undang-Undang TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) dengan ancaman pidana berupa pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

“Pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar,”  kata Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/11).

Baca Juga : Jelang Peringatan Hari Pahlawan Kodim 0808/Blitar Karya Bhakti Di TMP Raden Wijaya

Tersangka AT juga dijerat pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Perbankan dengan ancaman pidana penjara delapan tahun atau denda paling banyak Rp100 miliar.

Dia menyebutkan bahwa, saat ini tersangka juga sedang menjalani proses hukum untuk kasus serupa di Polda Metro Jaya. Tersangka sudah dilimpahkan ke Kejaksaan untuk menjalani proses berikutnya, yakni penuntutan.

Awi enggan menjelaskan secara rinci mengenai kronologi kasus yang sedang ditangani oleh penyidik Polda Metro Jaya. Termasuk, jumlah komplotan dari tersangka yang telah dijerat.

Di Bareskrim, penyidik kini melakukan pelacakan aset untuk menelusuri rangkaian pidana pencucian uang yang dilakukan oleh tersangka. Sejumlah aset milik tersangka juga telah disita penyidik. Beberapa di antaranya seperti mobil, tanah dan bangunan.

Kini, Awi belum menuturkan lebih lanjut ihwal nilai dari keseluruhan aset yang telah disita oleh penyidik.

Dalam kasus ini, korban mengaku telah menabung di bank swasta MayBank sejak 2015. Korban mengatakan. Sudah ada dua rekening yang seharusnya sudah mencapai Rp20 miliar hingga 2020. “Rincian uang Winda Rp15 miliar, ibunya Rp5 miliar,” jelas kuasa hukum Winda, Joey Pattinasarany, saat mendampingi kliennya di Mabes Polri, Kamis (5/11).