Sultan Marah, Diduga Pendemo Perusak Aset Publik Ketahuan Dibayar

0
441
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X

Jakarta, NAWACITAPOST – Unjuk Rasa sah-sah saja dilakukan. Sepanjang berlangsungnya secara damai dan tidak mengganggu kepentingan umum. Jika ini dilaksanakan,  simpati positif pasti didapatkan.

NAMUN demo menolak omnibus law di berbagai daerah Indonesia cenderung anarkis. Yogkyakarta, pengrusakan fasilitas umum di kawasan Gedung DPRD dan Malioboro. Sebuah restoran yakni Legian Resto di wilayah Malioboro hangus diduga dibakar oleh sekelompok massa. Lalu, sejumlah kendaraan juga dirusak, termasuk kendaraan aparat. Massa juga memecahkan kaca gedung DPRD dan mencorat-coret temboknya. Tak puas sampai disitu, saat hendak membubarkan diri masa juga merusak fasilitas umum di sepanjang kawasan Malioboro.

Tindakan Anarkis itu membuat orang nomor satu Yogyakarta yang biasanya diam menjadi marah. Tindakan ini bukan karakter orang Yogya. Kerusuhan itu bukanlah murni dari aksi mahasiswa atau buruh. Ini by design atau sudah diatur oleh sekelompok orang. Raja Keraton Yogya menyebut by design, sebab demo mahasiswa dna buruh sudah selesai dan bubar.

Bahkan mereka tertib dan tidak merusak, tandas Sri Sultan.  “Kita tuntut. Karena ini by design, bukan kepentingan buruh. Kita tahulah. Saya kira saya enggak perlu mengatakan,” tegasnya kepada berbagai media.

Raja Keraton Yogyakarta itu pun mendesak polisi segera mengusut dan menangkap para perusuh itu. Pokoknya aparat keamanan jangan ragu, untuk menyelesaikan demo anarkis, siapapun pelakunya. Sebab ini negara hukum.