Giliran Busro Muqodas (Ketua KPK 2010 -2014) Di Gunakan Orde Baru Melawan Jokowi

0
302
Ketua KPK 2010 - 2014, Busro Muqoddas Membela Bambang Trihatmojo (anak mantan Penguasa Orde Baru)

Jakarta, NAWACITAPOST –  Pencekalan Bambang Trihatmojo ke luar negeri atas usulan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani  (tentu dengan bukti-bukti) kepada PTUN Jakarta. Pasalnya, putra cendanaa yang juga anak mantan penguasa orde baru itu tak bisa melunasi hutangnya kepada negara sebesar 35 miliar rupiah. Tahun 1997 Sea Games berlangsung di  Jakarta, mantan Suami Halimah Agustina Kamil ini dipercaya sebagai Ketua Konsorsium Sea Games 1997.

Baca Juga : Refly Harun Dipakai Orde Baru Menyerang Jokowi

Karena pencekalan tersebut. Bambang pun menggunakan pengacara untuk melakukan perlawanan hukum. Busro Muqoddas (Ketua Komis Pemberantasan Korupsi 2010 – 2014)  dipakai jasanya untuk melawan Menkeu dan Jokowi sasaran utamanya.

Publik dan rakyat pun mempertanyakan keterlibatan Busyro sebagai pengacara anak mantan penguasa orde baru itu. Jawabannya, hanya adiministrasi tak ada korupsi.  Padahal, orang ini dulu yang membela KPK di garda terdepan.

Sepertinya, tak peduli dan hiraukan saja pernyataan publik tentang dirinya yang membela suami dari Mayangsari ini. Yang dipikirnya, mungkin pemasukan yang kurang karena Covid. Padahal (mungkin) sebelum covid lancar.

Busyro adalah pembela KPK digarda terdepan. Ketika UU KPK mau direvisi. Dia berteriak nyaring dan lantang. Tak perlu ada pengawas dan tak perlu intervensi dari pemerintah terhadap KPK.Pokoknya dia ini soal anti korupsi bermoral dan patut dijadikan contoh. Itu dulu. Sekarang belang dan kelakuan yang sebenarnya mulai kelihatan aslinya. Publik bisa menilai dengan gamblang dengan jelas, atas kelakuannya yang buruk.

Busro menambah deretan panjang yang dulu kita anggap baik dan menjadi panutan sekarang menjadi kelam dan gelap bagi rakyat untuk mencontohnya. Refly Harun, Din Syamsuddin, Ratna Sarumpaet, dll.

Sah-sah saja, Busro membela Bambang. Namun, Busyro sadar yang dibelanya itu adalah koruptor. Mungkin saat orde baru, Busro tahu (orde baru korupsi),  dan ingin mendekat kepada Cendana, tapi tak bisa. Saat ini, kesempatan itu datang. Apa yang dulu diimpikan menjadi kenyataan. Namun, sayang impian Busro yang menjadi kenyataan itu digunakan orde baru untuk melawan pemerintahan Jokowi.

Sedangkan Bambang yang dibela Busro. Adalah anak mantan penguasa orde baru. Yang mana ayahnya sudah bukan rahasia umum lagi melakukan korupsi secara masif, dan sudah diberitakan diberbagai media dalam dan luar negeri.

Jika, Bambang dicekal  keluar negeri.  Diberlakukan saat ayahnya berkuasa. Maka, dia tak perlu sewa pengacara. Yang mencekalnya, justru yang di berhentikan tidak hormat. Dan, keluarga yang memberhentikannya itu akan dibuat sengsara seumur hidup sampai 7 turunan, Begitu dendamnya orde baru kepada yang menghalangi tindakan keluarga cendana.

Perlawanan keluarga Cendana  sebenarnya sudah dilakukan kepada MenkumHAM, Yasonna Laoly oleh Tommy Soeharto (Partai Berkarya)/ Saat ini perlawanan cendana disasar kepada Menku oleh Bambang Trihatmojo. Kedua menteri itu anak buahnya Jokowi. Pantasan saja, Jokowi dimusuhi Cendana karena sudah berhasil mengambil hak negara yang di curi Keluarga Cendana melalui kekuasaan Soeharto.

Jadi, hati-hati keluarga Cendana saat ini lagi mengincar orang-orang baik yang ahli dibidang untuk mudah ditaklukan dengan iming-iming uang yang bergelimang. Refly Harun dan Busro sudah masuk perangkap dan mungkin ada dibarisan cendana-orde baru.

Jokowi dengan ketulusan dan kejujurannya ternyata bisa membuat mantan pejabat menjadi asli akan kelakuan buruknya. Maka sebagai rakyat, kita wajib mendukungnya dengan doa, dan membanjiri medsos untuk menyuarakan kebenaran yang cinta NKR, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 45,s erta anti korupsi dan mengawasi juga melaporkan pejabat negara yang korupsi,