JAKARTA, NAWACITAPOST.COM – Sukamta selaku Anggota Komisi I DPR RI, menilai, Rencana Kementerian Pertahanan untuk memasukkan program Pendidikan militer dan bela negara dalam kurikulum perguruan tinggi tidak ada kewajiban.

Sukamta menyebut didalam UU RI No. 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN) diatur soal komponen pendukung dan komponen cadangan.

Pada pasal 17 disebutkan bahwa komponen pendukung itu bersifat sukarela. Demikian juga padal pasal 28, diatur bahwa komponen cadangan juga bersifat sukarela.

“Artinya, tidak ada Wajib Militer di sini. Bagi perguruan tinggi dipersilakan untuk menyelenggarakan PKBN atau tidak,” ungkap Sukamta dalam keterangan tertulis.

Menurut Sukamta, jika kampus ingin menyelenggarakan, bisa saja dengan menghidupkan kembali mata kuliah Pendidikan kewarganegaraan dengan modifikasi program sedemikian rupa tidak hanya teori tatap muka di kelas.

“Atau, bisa dikombinasi dengan Pendidikan outdoor misalnya, tapi juga bukan berbentuk Pendidikan militer karena bukan dilakukan dalam rangka mencetak para kombatan,” tuturnya.

Politisi PKS tersebut mengatakan, program bela negara tidak selalu dilakukan untuk mencetak para kombatan, tapi juga untuk mencetak generasi bangsa yang tangguh yang siap bela negara dengan bidang keahliannya masing-masing.

“Yang penting di sini tujuan kita adalah menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk hidup berbangsa dan bernegara serta menanamkan nilai-nilai dasar bela negara yang meliputi cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai ideologi Negara, rela berkorban untuk bangsa dan Negara serta kemampuan awal Bela Negara,” ujarnya.

Dengan begitu, ia berharap akan terbentuk generasi muda penerus bangsa yang tangguh dan siap membela negara dalam berbagai bidang dan spektrum yang luas.

“Entah berkorelasi langsung atau tidak, semoga program bela negara ini bisa menyumbang peningkatan kualitas HDI (indeks pembangunan manusia) bangsa Indonesia sehingga kita mnejadi bansga yang semakin kuat dan mandiri,” pungkasnya.