Ini Cara Yasonna Ekstradisi Maria Lumowa

0
362
Mafud MD dan Yasonna

Jakarta, NAWACITAPOST- Kabar baik disampaikan peneliti Indonesia Coruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhan.kepada Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM) yang berhasil mengekstradisi buronan korupsi Maria Pauline Lumowa dari Serbia.

Baca Juga : Bertemu Presiden Serbia, Menkumham Yasonna Laoly Sampaikan Niat Perkuat Kerja Sama Bilateral

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD pun bereaksi positif  atas hal tersebut. Terkait itu Mafud berencana menghidupkan kembali Tim Pemburu Koruptor (TPK) yang ada saat era SBY. Saat itu, hanya berhasil membawa pulang koruptor kasus BLBI David Nusa Wijaya.

Ia menjelaskan tim tersebut nantinya beranggotakan unsur pimpinan Polri, Kejaksaan Agung, Kemenkumham yang dikoordinir langsung Kemenko Polhukam.

Tugas tim tersebut tugasnya menangkap koruptor terutama yang kabur ke luar negeri serta  menyelamatkan aset negara.

Ia mengatakan bila tim pemburu koroptor ini dalam waktu dekat akan menangkap sejumlah buronan kasus korupsi yang masih berkeliaran saat ini.

Info dari ICW bahwa masih ada sekitar 40-an buronan otoritas hukum di Indonesia yang masih ada di luar negeri.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhan

Tanpa adanya tim pemburu koruptor, KemenkumHAM  telah berhasil mengekstradisi Maria Lumowa. Operasi diam dan tak banyak bicara di Media adalah modal kuat seorang Yasonna Laoly yang dipercaya Presiden Jokowi sebagai Menteri Hukum dan HAM.

Sehingga tepat TPK dihidupkan lagi, banyak koruptor yang berkeliaran di luar negeri diekstradisi ke Indonesia, namun tetap operasi senyap dan diam harus diutamakan seperti yang dilakukan Yasonna.