Dipilih Sebagai MenkumHAM, Pesan Ibu Mega Ke Yasona Jaga Integritas

0
419
Ki-ka : Aburizal Bakri, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati, Presiden Jokowi, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan MenkumHAM Yasona Hamonangan Laoly dalam Perbincangan Kebangsaan di Istana Negara

Jakarta, NAWACITAPOST-Tak bisa dipungkiri, pemilihan nama-nama kabinet atau menteri di Indonesia walaupun sepenuhnya hak prerogratif Presiden, tentu peran partai turut diperhatikan juga. Pasalnya, jika dirunut  ke soal pemilihan Presiden pasca Reformasi, bahwa calon presiden perlu di dukung partai dengan jumlah persyaratan tertentu masih ada dan termaktub dalam  UU  Pemilihan Presiden yang dilaksanakan secara langsung.

Baca Juga : Aplikasi Inovasi Kemenkumham Menuju Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2020

Jokowi yang terpilih di periode pertama dan berlanjut ke periode kedua, dalam perekrutan nama-nama Menteri  adalah kewenangan penuh Presiden terpilih, tetapi konsultasi dengan partai tetap harus dilakukan,  selain itu ada juga hak penuh dari partai yang tak bisa dielak Presiden, hal itu berlaku normal dan tak perlu diperdebatkan,  selama yang disodorkan partai kapabilitas dan punya kemampuan yang jelas. Sebut saja, salah satu partai yang mengusung Jokowi adalah Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, sederet nama diusulkan ibu dari Puan Maharani ke Jokowi, Salah satunya dipilih nama Yasonna Hamonangan Laoly sebagai Menkumham, kemudian nama yang dipilih partai diumumkan Presiden Jokowi.  Suami dari Elisye Widya Ketaren langsung bertandang ke Teuku Umar 46 Jakarta. Kedatangannya ke rumah Megawati untuk bincang-bincang sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih karena dipercaya dari PDI Perjuangan untuk menjadi menteri.

“Hanya bincang-bincang biasa. Saya sebagai kader partai, pertama mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Ibu Mega kepada saya dan tentunya juga bapak Presiden,” kata suami dari  Elisye Widya Ketaren seperti dikutip detiknews.

Mengabdi kepada Negara  sebagai apapun,  harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa dan negara, itu yang selalu dipesan ibu Mega kepada kader PDI Perjuangan. “Tentunya kerja keras. Ibu mengatakan tetap kerja keras. Harus menjaga integritas. Saya diminta mencoba melihat semua permasalahan di kementerian hukum dan membantu presiden dengan baik,” tutup kakek dari 4 cucu; Nadya, Jacob, Hana dan Nathan