BNN Gerebek Gudang Narkoba di Cikarang, Sita 100 Kg Sabu dan 160 Ribu Ekstasi

1
14
BNN Gerebek Gudang Narkoba di Cikarang, Sita 100 Kg Sabu dan 160 Ribu Ekstasi

Bekasi, NAWACITAPOST- BNN menggerebek sebuah gudang yang terletak di Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/5).

Dalam penggerebekan itu, BNN berhasil mengamankan 100 kg sabu dan 160 ribu pil ekstasi.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari mengatakan, pengungkapan barang haram ini berdasarkan hasil pengintaian pihaknya selama ini.

“Kami tangkap seorang tersangka yang berencana bertransaksi di lokasi kejadian,” kata Arman di lokasi gudang yang digerebek, Kamis (28/5/2020).

Dalam penggerebekan itu, Arman mengaku telah menangkap Agustiar (33), seorang sopir yang membawa mobil boks berisi sabu. “Nah, dari mobil boks ini, kami telusuri hingga menemukan lokasi penyimpanan narkoba ini,” jelas Arman.

Agustiar ditangkap di lokasi pertama tepatnya di depan Rumah Sakit Mitra, Jalan Industri Kecamatan Cikarang Selatan.

Agustiar sendiri, lanjut Arman, sebenarnya telah diintai lebih dari satu pekan sebelum ditangkap. Ketika digeledah, pihaknya menemukan sebanyak 65 paket sabu dengan total berat 60 kilogram.

“Sabu itu dibungkus dalam karung beras bersama sejumlah karung berisi beras lainnya untuk mengelabui aparat,” ungkap Arman.

Dari penangkapan di lokasi pertama, petugas kemudian mendalami hingga akhirnya menemukan lokasi penyimpanan narkoba lainnya di sebuah rumah di Desa Jayamukti, Cikarang Pusat.

Baca Juga : Terdapat 135 Tenaga Medis di Jawa Timur Terinfeksi Virus Corona

Di lokasi kedua ini, kata Arman, pihaknya menemukan sebanyak 16 paket berukuran besar. Saat diperiksa, paket tersebut berisi ekstasi berjumlah masing-masing 10.000 butir.

“Total ada 160.000 butir ekstasi yang kami temukan. Kami temukan kembali barang bukti sabu lainnya yang jika ditotal berat brutonya diperkirakan ada 100 kilogram,” beber Arman.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, narkoba dalam jumlah besar ini diyakini berasal dari Malaysia. Narkoba itu dikirimkan ke Indonesia untuk diedarkan.

Sedangkan Cikarang, lanjut Arman, dipilih menjadi tempat penyimpanan karena lokasinya dianggap strategis karena berdekatan dengan ibu kota Jakarta serta kota besar lainnya.

“Kami tidak berhenti di sini. Kami menduga masih terdapat narkoba lainnya karena di lokasi ini kami temukan banyak karung beras yang kami duga isinya juga narkoba. Pemeriksaan selanjutnya kami turut terjunkan K-9 atau pasukan anjing pelacak untuk menelusuri barang haram lainnya,” ungkap Arman.