Uang Rp 10.424.031.000 Hasil Rampasan Bowo Sidik Telah disetor KPK ke Kas Negara

0
175
Uang Rp 10.424.031.000 Hasil Rampasan Bowo Sidik Telah disetor KPK ke Kas Negara

Jakarta, NAWACITAPOST-  KPK menyetorkan uang hasil rampasan dari mantan anggota DPR, Bowo Sidik Pangarso ke kas negara, Jumat (24/4/2020) lalu.

“Total keseluruhannya sebesar Rp 10.424.031.000 dan 1.060 dollar Singapura serta 50 dollar AS,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2020).

Ali mengatakan, penyetoran tersebut merupakan bentuk pemulihan aset dari hasil tindak pidana korupsi.

Baca Juga : Data Corona per Hari ini : Total Pasien Positif Covid-19 Capai 10.843 Orang

Penyerahan aset itu sesuai dengan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 81/Pid.Sus-TPK/2019/PN.Jkt.Pst tanggal 04 Desember 2019 atas nama terdakwa Bowo Sidik Pangarso.

Ali mengatakan, KPK akan memaksimalkan pemulihan aset untuk negara dalam menangani kasus tindak pidana korupsi.

“KPK berkomitmen dalam setiap penyelesaian perkara akan terus memaksimalkan upaya pemulihan asset untuk negara dari hasil korupsi, baik melalui tuntutan uang pengganti maupun perampasan aset hasil Tipikor melalui penyelesaian perkara TPPU,” ujar Ali.

Adapun Bowo Sidik Pangarso divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Bowo merupakan terdakwa kasus dugaan penerimaan suap dari petinggi PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), petinggi PT Ardila Insan Sejahtera (AIS) dan penerimaan gratifikasi.

Bowo Sidik Pangarso dinyatakan terbukti menerima suap sebesar 163.733 dollar Amerika Serikat (AS) atau setara sekitar Rp 2,3 miliar dan uang tunai Rp 311,02 juta secara bertahap.

Suap itu diberikan oleh Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti atas sepengetahuan Direktur PT HTK Taufik Agustono.