Jakarta, Nawacitapost – Seluruh Kapolda diperintahkan menyiagakan pasukan brimob dan shabara untuk mengantisipasi terjadinya unjuk rasa (unras) saat penerapan pshycal distancing di Indonesia. Bahkan, segala sarana dan prasarana seperti anjing pelacak dan barak kuda disiagakan.

Kepala Ops Aman Nusa II, Komjen Agus Andrianto mengaku, telah memerintahkan seluruh jajaranya Kapolda melalui surat Telegram Resmi (TR) tertanggal 13 April 2020 yang dibagi dalam tiga bagian, yakni nomor 1182, 1183, dan 1184.

Agus menerangkan, TR tersebut dikeluarkan untuk internal Polri agar dapat menyesuaikan cara bertindak bila terjadi hal-hal demikian. Aparat keamanan pun, telah memiliki prediksi atas beberapa gangguan keamanan yang mungkin terjadi.

“Siapkan PHH (brimob dan shabara) kemudian Sarpras, untuk mengantisipasi bila terjadi unras, kemudian kerusuhan dan konflik sosial atau terjadi eskalasi situasi terburuk di wilayah masing-masing,” ucap Komjen Agus Andrianto, Ka Ops Aman Nusa II, dalam TR yang diterima, Kamis (16/4).

Dalam TR tersebut, Agus dengan tegas mengatakan aparat keamanan juga harus selalu menjaga gudang penyimpanan bahan pokok bagi masyarakat. Selain itu, pengamanan yang wajib dilakukan terkait dengan pemakaman jenazah Covid-19.

“Setiap Polda juga diperintahkan, membentuk Satgas Tanggap Darurat untuk membantu distribusi kebutuhan pokok masyarakat terdampak oleh pemerintah,” jelas Agus.

Perintah lainnya kata Agus, seluruh jajaran harus mengantisipasi dan menindak penyebaran hoaks serta provokasi di media sosial.

Sumber : Alinea

Baca juga :  Sukses Melaksanakan Panen Raya, Kabalitbangkumham Apresiasi Kinerja Lapas Atambua