Jakarta, NAWACITA – Tim LBH (Lembaga Bantuan Hukum) HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia), resmi menjadi Tim Kuasa Hukum Amakhaita Laoli (Marga Laoli) berdasarkan Surat Kuasa khusus yang terbit pada 1/2/2020.
Tim LBH HIMNI Laporkan akun #AkalSehat@RGFansclub

Jakarta, NAWACITA – Tim LBH (Lembaga Bantuan Hukum) HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia), resmi menjadi Tim Kuasa Hukum Amakhaita Laoli (Marga Laoli) berdasarkan Surat Kuasa khusus yang terbit pada 1/2/2020.

Surat Kuasa Khusus yang diterima oleh LBH HIMNI ini terkait dugaan tindak Pidana Penghinaan melalui Media Sosial Twetter dari akun #AkalSehat@RGFansclub2019 “aku punya anjing kecil kuberi nama laoli, dia senang bermain main harun namanya. Laoli kemari gug gug gug!“ yang diposting pada 30 Januari 2020 sekitar pukul 08:37.

Menyikapi hal tersebut Masyarakat Nias yang bermarga Laoli atau biasa juga dikenal Laoly sangat keberatan dan memprotes keras tweet tersebut.

Baca Juga: Rocky Gerung si Mulut Garong

Amakhaita Laoli yang diwakili oleh Ketua Tim Kuasa Hukum dari LBH HIMNI, Wiradarma Harefa, SH., MH., mengatakan bahwa Masyarakat Nias sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, tentunya memiliki nilai kearifan lokal, harkat dan martabat yang harus dijunjung tinggi. Marga “ Laoli “ merupakan salah satu Marga yang ada di masyarakat Suku Nias, dan telah ada sejak dahulu secara turun temurun.  (3/3/2020).

“Penyebutan Marga “ Laoli “ yang terdapat pada Suku Nias dengan menyamakan dengan Binatang (Anjing) merupakan penghinaan, pelecehan serta merendahkan harkat dan martabat terhadap Masyarakat Nias yang bermarga Laoli. Dalam hukum pidana, pengaturan terkait pelecehaan atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan masyarakat tertentu, diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dalam Pasal 156 dan Pasal 157 KUHP. Selain dalam KUHP dalam UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik telah diatur dalam Pasal 27 Ayat 3 Jo. Pasl 45 Ayat 1, Pasal 28 ayat 2 Jo. Pasal 45 ayat 2”, jelas Wiradarma.

Baca juga :  Lapas Kelas IIA Cikarang Laksanakan Aksi Sosial Donor Darah Sukarela dalam Rangka Peringati Hari Darma Karya Dhika ke-77

Atas dasar hal tersebut, Tim LBH HIMI akan melakukan pembelaan hak dan kepentingan hukum Klien. Rencananya, kasus ini akan dilaporkan pagi ini di Polda Metro Jaya.

“Kami menempuh jalur hukum. Kami menghimbau kepada semua warga Nias yang lain agar bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif, menjunjung tinggi prinsip praduga tak bersalah, serta menghormati upaya-upaya Hukum demi mendapatkan keadilan”, harap Harefa.

Comments are closed.