Dalam Tahanan, Ratu Keraton Agung Sejagat Main Sosmed

10
56
Dalam Tahanan, Ratu Keraton Agung Sejagat Main Sosmed

Purworejo, NAWACITA- Fanni Aminadia yang dikenal karena menyatakan diri sebagai Ratu Keraton Agung Sejagat diketahui sempat membalas komentar di media sosial meski tengah berada dalam tahanan polisi.

Dalam salah satu kegiatan ber-medsos, Fanni diketahui membalas komentar seseorang. Dalam balasan komentar tersebut, Fanni mengaku tidak merasa bersalah dengan sangkaan polisi menyebar kabar berita bohong alias hoaks.

Tak hanya itu dalam tulisan yang sama, Fanni menyatakan penangkapan dirinya dan Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso–yang juga jadi tersangka–terkesan eksklusif ‘lengkap dengan media‘.

Baca Juga : BUMN Bentuk Holding Asuransi Peraturan Pemerintah 

Kami berusaha kooperatif tapi justru diperlakukan layak teroris kelas dunia atau dihakimi sebelum diberi hak mengklarifikasi,” demikian salah satu tulisan Fanni dalam balasan komentar menggunakan akun medsos-nya.

Soal unggahan medsos Fanni tersebut pun dibenarkan Dirreskrimum Polda Jawa Tengah (Jateng) Kompol Budi Haryanto. Budi mengatakan Ratu Keraton Agung Sejagat meminjam ponsel yang disita untuk bermain medsos tersebut.

“Tersangka Ratu pinjam HP katanya mau digunakan untuk nelpon kerabat/keluarga, ternyata buat update sosmed,” ujar Budi, Kamis (16/1).

Budi juga membantah saat melakukan penangkapan Toto dan Fanni, polisi membawa wartawan ataupun awak media massa.

“Tapi yang ada justru di tempat tersangka sudah ada beberapa wartawan, karena Tersangka saat itu mau klarifikasi soal deklarasi [Keraton Agung Sejagat],” ujar Budi.

Tak hanya itu, Budi mengatakan sejauh ini dalam pemeriksaan polisi, kedua tersangka–Toto dan Fanni–tidak kooperatif.

“Mereka bersikukuh bila apa yang mereka ceritakan itu benar dengan dasar wangsit yang mereka terima. Makanya, kami mencoba mendalami dari keterangan saksi-saksi lain dan alat bukti,” ujar Budi.

Fanni dan Toto–yang mengklaim sebagai Ratu dan Raja Keraton Agung Sejagat–ditangkap polisi di Wates, Yogyakarta. Dari hasil penangkapan tersebut, diketahui Toto dan Fanni memiliki KTP Jakarta dan hanya menyewa ruang atau indekos di Yogyakarta.

Mereka kini berada dalam tahanan Polda Jateng. Atas keduanya, polisi menetapkan sangkaan dugaan pelanggaran pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong yang berimbas pada keonaran di masyarakat serta pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Keraton Agung Sejagat dideklarasikan Toto di Desa Pogung Jurutenga, Kecamatan Bayan, Purworejo Akhir pekan lalu. Disebutnya, keraton itu sebagai penerus Majapahit setelah berakhirnya perjanjian 500 tahun dengan Portugis.

Selain Raja dan Ratu, Polisi juga memeriksa beberapa orang yang diberikan jabatan Mahapatih, Bendahara dan Resi Keraton Agung Sejagat.

10 KOMENTAR

  1. I’m extremely inspired with your writing skills and also with the format in your weblog. Is this a paid theme or did you modify it your self? Either way keep up the excellent quality writing, it is uncommon to look a great blog like this one these days..

  2. An impressive share, I just given this onto a colleague who was doing a little analysis on this. And he in fact bought me breakfast because I found it for him.. smile. So let me reword that: Thnx for the treat! But yeah Thnkx for spending the time to discuss this, I feel strongly about it and love reading more on this topic. If possible, as you become expertise, would you mind updating your blog with more details? It is highly helpful for me. Big thumb up for this blog post!

  3. I’ve been browsing on-line more than 3 hours these days, but I never found any interesting article like yours. It is lovely worth enough for me. In my opinion, if all webmasters and bloggers made good content as you did, the net will likely be a lot more helpful than ever before. “Oh, that way madness lies let me shun that.” by William Shakespeare.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here