Ketua KPU datangi Gedung KPK Terkait OTT Wahyu Setiawan

4
63
Jakarta, NAWACITA - Pasca OTT Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (kanan) beserta tiga komisioner KPU mendatangi Gedung KPK, Jakarta. Arief terlihat bersama dengan beberapa pegawai KPK lainnya berjalan melenggang menuju gedung KPK. (8/1/2020).
Ketua KPU datangi Gedung KPK Terkait OTT Wahyu Setiawan

Jakarta, NAWACITA – Pasca OTT Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (kanan) beserta tiga komisioner KPU mendatangi Gedung KPK, Jakarta. Arief terlihat berjalan melenggang menuju gedung KPK. (8/1/2020).

Perihal kedatangan Ketua KPU di Gedung KPK, Arief Budiman mengatakan sebagai bentuk keprihatinan sekaligus menjenguk Wahyu. Arif juga menyerahkan kasus yang menjerat Wahyu Setiawan kepada proses hukum yang berlaku. Saat ditanya apakah kasus yang menimpa Wahyu sudah diketahui sebelumnya, Arief mengatakan masih menunggu informasi detail terkait kasus Wahyu Setiawan.

Baca Juga: Membongkar Jiwasraya

“Tentu KPU mempercayakan sepenuhnya proses selanjutnya kepada ketentuan hukum yang berlaku,” kata Arief Budiman.

KPK Menangkap 4 Orang lainnya

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menangkap empat orang dalam rangkaian operasi tangkap tangan yang menjerat Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, Rabu (8/1/2020).

Namun, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengaku belum mengetahui identitas tiga orang lain yang ditangkap bersama Wahyu tersebut. “Saya baru dapat informasi empat orang tadi yang diamankan. Baru disebutkan yaitu WS. Apakah ada politikus, siapa namanya, saya belum dapat informasi,” kata Alex dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu malam.

Alex menuturkan, keempat orang tersebut masih diperiksa secara intensif di Gedung Merah Putih KPK. Ia pun mengaku belum mendapat info lebih detil terkait operasi tangkap tangan tersebut, misalnya terkait perkara ataupun jumlah uang yang disita. “KPK punya waktu 1×24 jam untuk mengklarifikasi terhadap kegiatan tangkap tangan tersebut, termasuk juga penerimaan uang pada siang ini,” kata Alex.

Diberitakan, Komisioner KPU Wahyu Setiawan ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan. Penangkapan Wahyu diduga terkait transaksi suap. “Kita melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang sedang melakukan tindak pidana korupsi berupa suap,” kata Ketua KPK Firli Bahuri.

Wahyu memiliki harta senilai Rp 12.812.000.000, yang terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak.

Untuk harta tidak bergerak, aset yang ia miliki berupa sembilan tanah di Banjarnegara dengan total nilai Rp 3,35 miliar.

Baca Juga: Dampak Perang Iran-AS untuk Indonesia

Adapun harta bergerak, Wahyu memiliki aset senilai Rp 1,025 miliar berupa satu unit Toyota Innova, Honda Jazz, Mitsubishi All New Pajero Sport, serta satu unit sepeda motor Honda Vario, motor Yamaha F 1 ZR, dan motor Vespa Sprint.

Wahyu juga mempunyai harta bergerak lainnya yang ditaksir senilai Rp 715.000.000, surat berharga, kas dan setara kas sebesar Rp 4,98 miliar, harta lainnya senilai Rp 2,74 miliar, dan utang Rp 0.

Saat ini, Wahyu masih diperiksadi Gedung KPK. Statusnya akan ditentukan usai menjalani pemeriksaan 1 x 24 jam.

Merespons penangkapan ini, Ketua KPU, Arief Budiman, mengaku belum mengetahui info tersebut. “Saya masih belum bisa memastikan, masih tunggu konfirmasi juga,” kata Arief saat dihubungi.

Baca Juga: Disinggung Soal Naturalisasi, Anies: Itu Jangka Panjang

Hal senada juga disampaikan Komisioner KPU Viryan Azis dan Ilham Saputra.

“Mohon maaf. Sejak kemarin saya di Sulsel. Saya sekarang sedang di KPU Enrekang, Sulsel, ada agenda kerja,” kata Viryan.

“Saya belum dapat infonya,” tambah Ilham.