KPK Tak Ingin terjebak Retorika Hukuman Mati Koruptor

2
146
KPK Tak Ingin terjebak Retorika Hukuman Mati Koruptor

Jakarta, NAWACITA- Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang tak ingin terjebak dengan retorika hukuman mati bagi koruptor. Menurut dia, pemberantasan praktik rasuah harus dilakukan secara komprehensif.

Saut mengatakan, peluang hukum mati bagi koruptor sudah ada dalam Pasal 2 Ayat 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Namun, ia melihat penerapannya saat ini jalan di tempat karena ruwetnya syarat yang harus dipenuhi.

“Jadi kalau kita mau menjawab pertanyaan hukuman mati, kita harus menjawab seperti apa, kita harus menyelesaikan secara komprehensif, integral, sustainable, jangan terjebak di retorika itu,” katanya dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (15/12/2019).

Saut menilai wacana hukuman mati bagi koruptor yang kekinian muncul lagi hanyalah retorika belaka. Sebab, aturan hukum yang mengatur itu sebetulnya sudah ada. Saut lalu berbicara tentang pemberantasan korupsi yang obyektif.

Baca Juga : PPP : Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Jaga Hubungan dengan Umat Islam

Of course KPK tidak boleh memberantas korupsi karena enggak suka, dendam, benci. Kalau Pasal 2 (UU Tipikor) harus digunakan juga kita enggak bisa kenakan itu kalau tidak memenuhi syarat tertentu,” ucapnya.

Saut menambahkan, penyidik, penuntut hingga pimpinan di KPK selalu mendiskusikan terlebih dahulu jika ingin menuntut terpidana korupsi dengan hukuman tertentu, apalagi dengan hukuman mati. Lembaga antirasuah pasti mempertimbangkan berbagai hal sebelum menuntut pelaku.

“Kalau dia sudah menyesal, mengakui perbuatannya, juga ada justice collaborator, jadi jangan sekali-kali kita memberantas korupsi dengan seolah benci dengan rakyat kita sendiri,” ucap dia.

2 KOMENTAR

  1. Hukuman mati tidak pantas diterapkan di Indonesia , karena kita menerapkan Ideologi Pancasila. Sesuai pasal 2 kemanusiaan yang adil dan beradap, Tuhan YME saja memafkan dan mengampuni dosa anak dan keturunan Adam as.

Comments are closed.