Cakades Orahua Hili, Mazo, Nias Selatan Mengadu ke PTUN Medan

3
1100
Medan, NAWACITA - Sudarman Laia (Foto) yang mengikuti Pilkades di Desa Orahua Hili Kec. Mazo Kab. Nias Selatan (25/11/2019) yang lalu mengadu ke Pengadilan Tata Usaha Negara Medan (12/12/2019), karena merasa dicurangi oleh Panitia Pelaksana Pemilihan Kepala Desa di Orahua Hili Kec. Mazo.
Cakades Orahua Hili, Mazo, Nias Selatan Mengadu ke PTUN Medan

Medan, NAWACITA – Sudarman Laia (Foto) yang mengikuti Pilkades di Desa Orahua Hili Kec. Mazo Kab. Nias Selatan (25/11/2019) yang lalu mengadu ke Pengadilan Tata Usaha Negara Medan (12/12/2019), karena merasa dicurangi oleh Panitia Pelaksana Pemilihan Kepala Desa di Orahua Hili Kec. Mazo.

Baca Juga: Mendagri RI, Tito Karnavian: Bupati Nisel Hilarius Duha, Sahabat Lama Saya

Dalam keterangan persnya kepada awak media di sekitaran kantor PTUN Medan, Laia mengatakan bahwa Panitia telah mengabaikan hak-hak normatifnya sebagaimana di amanahkan dalam UU No. 6/2014 dan Permendagri No. 45/2017 tentang Perubahan Permendagri No. 112 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa ditambah Perbub Bupati Nias Selatan No. 04.12-16 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa.

Perbub Bupati Nias Selatan No. 04.12- tahun 2019, Sudarman Laia Secara gamblang mengatakan bahwa dalam Perbub Bupati Nias Selatan tidak secara rinci dan detail pengawasan pelaksanaan Pilkades Nias Selatan sehingga hasilnya menjadi kacau.

Sudarman Laia pernah mengingatkan Ketua Panitia Pilkades Orahua Hili Kec. Mazo (Matius Bulolo) sebelum pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa bahwa ada beberapa yang janggal dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Desa Orahua Hili Kec. Mazo Kab. Nias selatan, ada banyak DPT siluman yang tak jelas rimbanya.

Jelasnya, Sudarman mengatakan bahwa Panitia benar-benar melakukan kecurangan Pemilihan secara terencana, tersistem dan masif tanpa menghiraukan aturan-aturan yang berlalu. Bahkan ketua panitia pernah mengatakan bahwa keputusan mereka sudah final dan mengikat serta tak bisa di ganggu gugat oleh siapapun. Cukup arogan sekali.

Kepada awak media Sudarman Laia mengatakan bahwa karena arogansi dari Ketua Panitia ini makanya datang ke Medan dan mengadu ke PTUN ini untuk mencari keadilan.
Ditempat yang sama Kuasa Hukum Sudarman Laia (Mareko Ndruru, SH) yang mendampingi kliennya di PTUN Medan mengatakan bahwa Perkara ini telah di daftarkan PTUN Medan Nomor : 307/2019, jawabnya secara singkat.

Herman AN (Nawacitapost, Sumatera Utara)

Comments are closed.